Resmikan Proyek MRT, Jokowi Sindir Persepsi Negatif Pengamat

Bagian dalam stasiun MRT.
Sumber :
  • ANTARA/M Agung Rajasa

VIVA.co.id - Presiden Joko Widodo menyindir penilaian sejumlah pengamat perihal keputusannya memulai proyek Massa Rapid Transit (MRT). Jokowi beranggapan, kebanyakan pengamat cenderung 'menakuti' dan hanya membuat ragu dalam mengambil keputusan.

"Bagi pengamat-pengamat itu sering nakut-nakuti. Kalau kita dengarkan terus, ragu-ragu," kata Jokowi saat meresmikan pengeboran bawah tanah MRT di Patung Pemuda Senayan, Jakarta, Senin 21 September 2015.

Syarat Jakarta Bangun Transportasi Publik

[Baca Juga: ]

Persepsi para pengamat tersebut diakui Jokowi sudah muncul sejak ia masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. MRT, menurut pengamat, dinilai hanya akan membuat kemacetan di Jakarta bertambah kusut. Sebab, proyek ini mengambil sebagian ruas jalan raya.

"Nanti takut buat terowongan nanti ambrol, itu bukan urusan kita," katanya.

"Di negara-negara yang lain enggak ada masalah, dikerjakan kok."

Jokowi mengatakan, groundbreaking dilakukan pada 10 Oktober 2013 saat dirinya masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Jokowi mengaku ngotot untuk tetap melanjutkan proyek ini walau banyak yang menyuarakan penolakan.

[Baca Juga: ]

"Alhmdulillah sekarang pekerjaanya bagus. Yang dulu demo takut pasti ada kemacetan, dengan ada manajemen trafik yang baik juga tidak ada apa-apa," katanya.

Pengoperasian mesin bor bawah tanah proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang diberi nama oleh Jokowi Antareja pada tahun 2013 ini direncakan akan dilakukan dari Patung Pemuda Senayan hingga ke Setiabudi.

Direncanakan konstruksi bawah tanah MRT akan menggunakan salah satu mesin bor yang disebut Tunnel Boring Machine (TBM). Mesin Antareja, dioperasikan oleh kontraktor paket pekerjaan CP 104 dan 105 (Senayan-Setiabudi), yaitu SOWJ Join Venture yang terdidi dari Shimizu, Obayashi, Wijaya Karya, dan Jaya Konstruksi.

Teknologi yang digunaka Antareja adalah Earth Pressure Balance (EPB) yang diproduksi perusahaan Jepang, Japan Tunnel System Corporation atau JTSC.

Antareja berdiameter lebih kurang 6,7 meter dengan panjang total 43 meter. Berbobot hingga 232 ton. Kecepatan pengeboran ini 8 meter per hari. Target perkiraan, mulai September 2015 hingga Desember 2016.

Bersinggungan dengan MRT, Ahok Perpendek Rute LRT
Mengenal

Pembangunan Mendesak, DKI Alihkan Anggaran untuk MRT

Membebaskan 105 bidang lahan.

img_title
VIVA.co.id
2 Agustus 2016