Hasil Visum Dugaan Pemerkosaan Warga Rohingya Negatif

Pengungsi Rohingya di Aceh.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rahmad
VIVA.co.id
- Hasil visum terhadap perempuan pengungsi Rohingya di Desa Blang Ado Aceh Utara yang dilaporkan diperkosa oleh sejumlah orang tak dikenal pada Senin malam, 28 September 2015, negatif.

"Kesimpulan dari hasil visum adalah tidak ada indikasi pemerkosaan ataupun pelecehan seksual," ujar Kapolres Lhokseumawe, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Anang Triarsono, Jumat, 2 Oktober 2015

Visum yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Lhokseumawe tersebut memperkuat keterangan beberapa saksi yang sudah diperiksa sebelumnya.

[Baca: ]

Sejumlah saksi yang telah diperiksa di antarnya adalah warga sekitar dan petugas di kamp pengungsian.

Sebelumnya, enam imigran Rohingya yang mengungsi di kamp Blang Adoe, Aceh Utara, mengaku mengalami pelecehan seksual. Empat di antaranya bahkan mengaku telah diperkosa oleh sekelompok pemuda di dekat lokasi barak pengungsian mereka.

Menurut Kapolres Lhokseumawe, Anang Triarsono, isu pemerkosaan timbul setelah sekitar 10 warga Rohingya mencoba kabur dari lokasi pengungsian. Namun, warga tersebut berhasil diamankan oleh warga sekitar pengungsian.

"Dari 10 warga Rohingya itu, empat wanita, dua laki-laki dan sisanya anak-anak. Waktu diamankan masyarakat, disana berkembang isu bahwa telah terjadi tindak pidana pelecehan seksual ataupun pemerkosaan," kata Anang.
Isu Perkosaan Hanya Alasan Pengungsi Rohingya untuk Kabur

Saat ini, kondisi di barak pengungsian muslim Rohingya tersebut sudah berangsur normal kembali. Polisi menambah jumlah personelnya untuk mencegah para imigran tersebut kembali melakukan aksi kabur dari lokasi pengungsian. (ase)
Isu Perkosaan Mereda, Pengungsi Rohingya Mulai Tenang

[Baca: ]

Kronologi Dugaan Perkosaan Pengungsi Rohingya di Aceh
Pengungsi Rohingya di Aceh.

Puluhan Warga Rohingya Kabur dari Penampungan

Beberapa dipastikan berada di Malaysia, dan yang lain belum diketahui.

img_title
VIVA.co.id
9 Oktober 2015