Kapolda Sumsel Anggap Penembakan TNI Akibat Salah Paham

Pangdam II Sriwijaya dan Kapolda Sumsel
Sumber :
  • Ajie YK Putra
VIVA.co.id - Kepala Polda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Iza Fadri, menjelaskan bahwa peristiwa penembakan polisi terhadap dua anggota TNI di Lubuklinggau pada Jumat pekan lalu akibat salah paham. Polisi menerima informasi ada penculikan di Lubuklinggau, yang belakangan ternyata diketahui aparat TNI Kodam Siliwangi yang sedang menyergap pencuri mobil.
Begini Cara TNI Ungkap Testimoni Freddy Budiman

Iza Fadri berkilah, peristiwa itu tak akan terjadi kalau aparat TNI Kodam Siliwangi berkoordinasi dengan Kepolisian setempat. Sebab, ketika kejadian, aparat Polres Muara Enim mendapatkan laporan ada penculikan salah satu warga. Polres Lubuklinggau membantu personel saat penangkapan.
Pasukan Garuda Juara Umum Ajang Olahraga di Afrika

"Kalau mereka komunikasi (bahwa) itu bukan penculikan, tentu kita akan mendukung, dan bentrokan tidak terjadi. Namun, pada kasus ini, dari Detasemen Intelijen Kodam III/Siliwangi tidak koordinasi dengan kita (Polisi) soal adanya pencurian mobil,” kata Iza di Markas Polda Sumatera Selatan di Palembang, Senin, 16 November 2015.
Penembakan Brutal di Texas, 1 Tewas 3 Luka Parah

Menurut Kapolda, tim investigasi peristiwa itu sudah dibentuk. Tim itu diharapkan dapat menemukan fakta sesungguhnya tentang kesalahpahaman yang terjadi di Lubuklinggau hingga menyebabkan bentrok itu.

Setelah hasil investigasi selesai, nantinya akan dijadikan bahan evaluasi terhadap jajaran TNI dan Polri. (Baca: )

"Anggota kita hanya mengantisipasi, sebab sehari sebelumnya anggota kita di Muara Enim baru saja memusnahkan 250 senpi (senjata api) rakitan yang kedapatan di sana,” katanya.

Rekonstruksi

Tim Investigasi yang dibentuk Polda Sumsel dan Kodam Sriwijaya melakukan rekonstruksi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara, yang merupakan tempat lokasi kejadian penembakan itu.

Tim juga melakukan rekonstruksi di Rumah Sakit Siti Aisyah, tempat kedua korban kali pertama mendapat perawatan serta tempat pengeroyokan Kasat Reskrim Polres Lubuk Linggau AKP Arif Mansyur. Proses rekonstruksi diperkirakan memakan waktu beberapa hari.

Kepala Polres Lubuklinggau, AKBP Ari Wahyu Widodo, saat dihubungi mengatakan bahwa setelah proses investigasi, dilanjutkan ke ranah hukum sebagai barang bukti.

"Dikoordinasikan dengan TNI juga. Kita sifatnya menunggu hasil, karena nantinya akan dijadikan bukti hukum," kata Ari.

Dia menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula dari laporan yang diterima aparat Polres Muara Enim tentang adanya penculikan.

Setelah meminta bantuan Polres Lubuklinggau, barulah ditindaklanjuti dengan menerjunkan tim yang  dipimpin Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP Arif Mansyur. Bahkan, dalam kejadian itu, Arif juga mengalami luka-luka akibat dikeroyok.

"Kondisi anggota saya sudah pulih dan sudah mendapat perawatan. Soal kronologi, mungkin Polres Muara Enim nanti yang dapat menjelaskan," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya