Belajar dari Mereka yang Membakar Hutan

Warga suku rejang saat beristirahat di ladang mereka
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dedek Hendry (dok)

Menggeges, tradisi membakar hutan warga suku Rejang

img_title Mengapa Praktik Bakar Hutan Berulang Lagi?

Lahan hutan yang sudah dibersihkan, menggeges atau sekat api/VIVA.co.id/Akar Foundation dok

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Batas yang dibuat berjarak 1–2 meter. Sewaktu neme’un, pengelola lahan mengawasi api. Bila api menjalar keluar lahan dan membakar semak belukar dan pohon-pohon di luar lahan yang digarap, pengelola lahan dikenakan sanksi juluak tujua. Yakni, mengumpulkan seluruh sisa pembakaran menjadi tujuh tumpukan.

img_title Satelit Lapan Deteksi 232 Hotspot Jelang Puncak Kemarau

Sepintas tata cara ini memang tradisional. Namun di balik ini, para 'pembakar' hutan ini mengajarkan kearifan dan perilaku santun terhadap hutan. Hutan tak cuma menjadi objek atau sebatas ladang belaka, namun juga menjadi ruang hidup dan ilmu bagi mereka yang berada di pedalaman.

Kopi habis, asap menipis di wajah Riduan. Obrolan itu pun ditutup dengan gerimis. (ren)

Tradisi Makanan Memperingati Isra Miraj

7 Tradisi Unik Perayaan Isra Miraj di Indonesia, dari Peksi Buraq hingga Khatam Kitab

Jelajahi 7 tradisi unik perayaan Isra Miraj di Indonesia, dari Rejeban Peksi Buraq di Yogyakarta hingga Rajaban di Cirebon yang sarat makna budaya dan spiritualitas.

img_title
VIVA.co.id
27 Januari 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut