Sidang MKD Dinilai Bertele-tele

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR dianggap tidak fokus dalam melaksanakan persidangan dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto. Pertanyaan yang dilontarkan anggota MKD saat agenda mendengarkan keterangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said terlalu melebar dan tidak langsung ke inti persoalan.

"Saya melihat dari dua hari perjalanan MKD, saya katakan MKD ini bertele-tele belum ungkap misteri. Harusnya pertanyaannya ke etika, menjurus kepada Setya Novanto. Ini malah muter-muter," ujar Pengamat Komunikasi Politik, Hendri Satrio dalam diskusi bertajuk "Dramaturgi Freeport" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Desember 2015.

Hendri melihat, saat ini perhatian publik tengah tertuju kepada isu Freeport. MKD diharapkan mampu menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran etik ini secara tepat. " Freeport ini kini menjadi suatu topik yang seksi diperbincangkan," ujarnya menambahkan.

Hendri menilai, ada kekurangan dan kelebihan MKD dalam mengusut kasus dugaan pelanggaran etik itu. "Plusnya membongkar berbagai hal yang sebetulnya rakyat tidak tahu, tapi minusnya terlalu bertele-tele," ujarnya.

Hendri berharap, proses di persidangan MKD ini tidak hanya terkait tentang bagaimana membuktikan adanya pelanggaran etik dan menegakkan aturan jika Setya Novanto terbukti bersalah. "Kalau sidang MKD ini hanya untuk menurunkan Setya Novanto, saya bilang ini terlalu kecil. Yang paling besar adalah bagaimana Freeport bisa memberikan kesejahteraan yang lebih besar untuk Indonesia."

(mus)