Kaleidoskop 2015

2015 Tahun Bencana Anak Indonesia

Ilustrasi kekerasan anak.
Sumber :
  • istimewa

VIVA.co.id - Anak masih menjadi objek kekerasan. Baik secara fisik, psikis, dan seksual. Dalam kurun lima tahun terakhir, kekerasan anak terus meningkat.

Berdasarkan data nasional dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), tahun 2010 ada 2.045 kasus kekerasan terhadap anak. Sebanyak 42 persen adalah kekerasan seksual.

Tahun 2011, kekerasan yang dialami anak meningkat menjadi 2.462 kasus, 58 persennya kekerasan seksual. Setahun kemudian, kembali meningkat menjadi 2.676 kasus, 62 persennya adalah kekerasan seksual.

Pada tahun 2013 kekerasan terhadap anak kembali meningkat menjadi 2.739 kasus, 58 persennya adalah kekerasan seksual.

Di tahun 2014 ada 3.339 kasus, 59,7 persennya adalah kekerasan seksual.

img_title Guru Pencubit Anak Tentara Divonis 6 Bulan Percobaan

Tahun 2015 menjadi tahun kelam bagi anak-anak Indonesia. Jumlah kekerasan anak pada 2015 naik dua kali lipat menjadi 6.720 kasus. Sebanyak 53,70 persennya adalah kekerasan seksual.

"Kasus kekerasan seksual kepada anak itu dari tahun ke tahun selalu di atas angka 50 persen. Makanya, sejak tahun 2013 kami tetapkan Indonesia darurat kekerasan dan kejahatan seksual pada anak," ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait kepada VIVA.co.id, Selasa, 29 Desember 2015.

Kekerasan yang dialami anak-anak Indonesia, kata Arist, telah merenggut hak hidup mereka. Apalagi dalam kasus kejahatan seksual, biasanya diikuti oleh pembunuhan.

Menurut Arist, setelah kejahatan seks itu dilakukan, biasanya korban ditemukan meninggal dunia. Oleh karena itu, Arist meminta kasus kekerasan terhadap anak harus dijadikan sebagai extraordinary crime, atau kejahatan yang luar biasa. Setara dengan kasus korupsi, terorisme, dan narkoba.

Komnas PA berharap di tahun 2016, tidak ada lagi kekerasan kepada anak. Namun Arist pesimis, jika pemerintah dan pihak terkait tidak melakukan terobosan, kasus kekerasan anak di tahun 2016 akan semakin menjadi-jadi.

"Saya prediksi kejahatan anak di tahun 2016 akan semakin tidak terkendali jika pemerintah, masyarakat dan orang tua tidak memberikan perhatian ekstra kepada anak. Dan tidak menetapkan segala bentuk kejahatan anak adalah bentuk extraordinary crime," tuturnya. 

Berikut beberapa kasus kekerasan anak yang menyita perhatian publik di tahun 2015:

Ayah perkosa dua anak kandung

Selasa 7 April

Anotona Telaumbanua (50 tahun), warga Jalan Pintu Air 4, Gang Pribadi, Kwala Bekala, diamankan polisi karena tega memperkosa dua anak kandungnya.

Aksi bejat pelaku bermula pada tahun 2008. Saat itu, pelaku memperkosa anak kandungnya berinisial Mar (12) hingga berulang-ulang.

Korban diancam dianiaya jika menolak melayani nafsu bejatnya. Melihat aksinya berjalan mulus, di tahun 2012, pelaku memperkosa lagi Mel (12) yang merupakan adik dari Mar. Selain memperkosa, pelaku juga kerap memukuli kedua anaknya ini.

Sejumlah warga yang mengetahui kedua anak itu kerap disiksa, merasa prihatin, kemudian menyelamatkan kedua korban. Dari sinilah, kedua korban menceritakan aksi bejat sang ayah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut