JK: Media Mesti Bangun Optimisme Masyarakat

Peresmian Layanan Izin Investasi Tiga Jam
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi
VIVA.co.id
Pameran Mobil Terbesar Asia Tenggara GIIAS 2016 Resmi Dibuka
- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan media mampu memberikan informasi yang lebih adil dan membangun optimisme.

Wapres Kalla Resmikan Pembukaan GIIAS 2016
"Kita juga ingin beritanya walaupun jelek, tidak baik tapi fair. Itu sangat penting karena masyarakat mengetahuinya," ujar JK dalam pidatonya di MNC Tower, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2016.

Wapres: Elektrifikasi RI Terendah di ASEAN
Ia melanjutkan, memberikan rasa pesimisme pada masyarakat lewat media dianggap JK berbahaya dan tidak baik. Menurutnya, yang diperlukan adalah berita yang optimis, rasional, dan edukatif.

"Tapi dua hal yang sangat penting adalah fair dan memberikan spirit pada bangsa ini. Jangan sampai tidak tersaring, hal besar dikecilin, dan jangan hal-hal katakanlah merusak moralitas masyarakat dikecilin, ini kan berat. Nah karena itulah modal besar bangsa ini," jelas JK.

Ia juga memberikan pesan agar media tidak terlalu mempertontonkan gaya hidup yang mewah dan berlebihan. Misalnya dalam sinetron dipertontonkan rumah mewah yang membuat orang lupa rumah kumuhnya sendiri.

"Kalau itu terjadi akan ada kesenjangan. Kesenjangan itu jauh lebih berbahaya daripada pertumbuhan itu sendiri," kata JK.

Menurutnya, masyarakat Indonesia membutuhkan informasi yang baik dan edukatif serta adil. Sehingga ke depannya Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya