Walhi: Ada Agenda Tersembunyi di Balik Kereta Cepat

Sumber :
  • Fikri Halim / VIVA.co.id

VIVA.co.id – Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menuai pro dan kontra. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdan, menilai, warga yang dilewati proyek ini sebetulnya tidak membutuhkan kereta cepat dari Jakarta dan menuju Jakarta.

img_title Ekonomi China Tumbuh di Bawah Target pada Kuartal III 2026, Apa Penyebabnya?

Dari penelitiannya, untuk jarak Jakarta-Bandung masih dapat dijalani dengan moda transportasi yang sudah ada, misalnya kereta biasa, bus atau kendaraan travel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Warga Bandung belum melihat kereta api cepat sebagai kebutuhan. Yang butuh itu investor," kata Dadan di Jakarta, Sabtu 23 Januari 2016.

img_title Terungkap Benda Langit Misterius di Kebun Sawit, BRIN Konfirmasi Teknologi Roket China

Sebab itu, ia melihat, ada agenda tersembunyi dari proyek ini. Hal itu bisa dilihat pada orientasi pengembangan bisnis lahan dan properti di kawasan sekitar jalur kereta cepat.

"Bisnis itu yang lebih strategis di belakang proyek ini," ujar Dadan.

img_title Murka! China Perketat Pengujian Mobil Listrik, Tak Mau Konsumen Jadi Kelinci Percobaan

Menurut Dadan, Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015 yang terbit Oktober lalu sangat dipaksakan dan juga menabrak peraturan lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Begitu juga penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam rencana kegiatan pembangunan jalan kereta cepat ini, yang menurutnya, sangat dipaksakan.

"Beda Pulau Jawa dengan Beijing, Tokyo, atau Paris. Kita punya unsur geologi yang sangat rentan, bayangkan terowongan diterobos dengan kecepatan 150 km per jam, hanya 30 menit sampai di Bandung, apa yang terjadi dari aspek geologi?" kata Dadan.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mendatangi kantor operasional perjudian online

Bareskrim Bongkar Judol Berkedok Spin Game, 4 WN China Ditangkap

Dittipidsiber Bareskrim Polri membongkar dugaan praktik perjudian online melalui situs Boxkia.com. Empat warga China jadi tersangka dalam kasus tersebut.

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut