Pembunuhan Engeline, Agus Tay Dituntut 12 Tahun Penjara

Terdakwa pembunuhan Engeline, Agus Tay Hamba May saat sidang tuntutan.
Sumber :
  • Bobby Andalan

VIVA.co.id - Jaksa Penuntut Umum Ketut Maha Agung menyampaikan tuntutan 12 tahun penjara bagi Agus Tay Hamba May, terdakwa pembunuh Engeline. Dakwaan itu dibacakan di sidang Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa 2 Februari 2016.

"Menjatuhkan pidana 12 tahun penjara dikurangi selama berada di dalam tahanan dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan serta membebankan biaya perkara sebesar Rp5 ribu," kata Maha Agung.

Dalam dakwaannya menyebut jika pria asal Nusa Tenggara Timur itu terbukti secara sah dan meyakinkan, membiarkan kekerasan terhadap anak yang menyebabkan kematian dan tindak pidana menguburkan mayat dengan maksud menyembunyikan kematian.

Tindakan Agus itu sesuai dengan pasal 76C KUHP juncto pasal 80 ayat 3 UU RI 35 Nomor Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan pasal 181 KUHP.

Polisi Larang Unjuk Rasa Dukung Engeline di Ruang Sidang

Selanjutnya, Maha Agung menyebut ada beberapa hal yang memberatkan Agus. Di antaranya, Agus membiarkan kekerasan terjadi terhadap Engeline hingga bocah mungil tersebut meregang nyawa.

"Terdakwa membiarkan kekerasan hingga korban meninggal, tidak melapor perbuatan Margriet, tidak memberikan pertolongan terhadap Engeline," kata Maha Agung.

Sementara untuk hal yang meringankan, Maha Agung menyebut jika Agus tidak pernah dituntut hukum, mengakui dan menyesali perbuatannya serta membantu mengungkap kasus kematian bocah delapan tahun tersebut. Jaksa juga menyebut Agus masih berusia muda sehingga masih bisa memperbaiki dirinya.

Menanggapi tuntutan jaksa, Agus tak mau banyak berkomentar. "Saya serahkan kepada pengacara saya," katanya. Sementara kuasa hukum Agus, Haposan Sihombing meminta waktu dua minggu ke depan untuk menyusun pembelaan (pledoi).

Agus Lolos Dakwaan Bunuh Engeline, Jaksa Target Margriet?
Ibu Angkat Engeline: Saya Tidak Bilang Begitu, Dasar Iblis!

Margriet Dituntut Hukuman Seumur Hidup, Pengacara: Tak Adil!

Pengacara Margriet menilai tuntutan itu imajinatif.

img_title
VIVA.co.id
4 Februari 2016