Sadis, Ayah Kandung Paksa 4 Anaknya Mengemis, Malam Dirantai

Ilustrasi/Korban pelecehan seksual
Sumber :
  • istockphoto

VIVA.co.id – Biadab. Mungkin ini kata yang tepat untuk menggambarkan kelakuan seorang ayah di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan. Bagaimana tidak, ia tega merantai empat anak kandungnya di rumah selama bertahun-tahun.

img_title Buntut Mencuatnya Kasus Pelecehan Seksual, Kemenag Bekukan Sementara Ponpes Dar Et Tauhid

Ironisnya, salah seorang anak yang masih di bawah umur tersebut salah satunya sedang dalam kondisi hamil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Entah apa yang ada di pikiran pria empat anak tersebut. Namun dari pemeriksaan awal diduga kuat ia telah mencabuli anaknya dan memaksa mereka untuk mengemis setiap hari.

img_title Aksi Begal Payudara Siswi di Bekasi Terekam CCTV, Pelaku 42 Tahun Ditangkap

"Saat kami temukan di kediaman mereka, empat anak ini kakinya dirantai di rumah mereka. Ini memprihatinkan sekali," ujar Ketua Lembaga Pemerintah Perlindungan Perempuan dan Anak, Alfiatra Gumay, Kamis, 18 Februari 2016.

Dari pengakuan anak-anak tersebut, terungkap juga jika mereka setiap harinya memang dipaksa untuk mengumpulkan uang dengan cara mengemis di luar rumah.

img_title Pimpinan Ponpes di Sekotong Jadi Tersangka Pelecehan Seksual, Modusnya Beri Obat ke Santriwati

Usai mengemis, saat pulang ke rumah seluruh kaki mereka kembali di rantai agar tidak melarikan diri dari rumah.

"Kami bersama Polres Lahat akan menyelidiki lebih jauh apa motif lain dari ayah empat anak ini," kata Gumay.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, empat anak yang tinggal di Gang Cermin Kelurahan Bandar Jaya Kota Lahat tersebut telah dievakuasi oleh Dinas Sosial setempat. Sementara pelaku sudah diamankan kepolisian setempat. (ase)

Irwansyah/Lahat

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto

Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Korban Pelecehan Seksual di Matraman, Polda Metro: Pelapor Kembali Buat Laporan

Anak berkebutuhan khusus, berinsial DKA (5) diduga jadi kobran pelecehan seksual di Kawasan Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur. Hal ini diceritakan Kabid

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut