Korupsi RJ Lino, KPK Periksa Dirut Jayatech Putra Perkasa

Mantan Direktur Pelindo II RJ Lino
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id - Direktur Utama PT Jayatech Putra Perkasa, Paulus Kokok Parwoko, dijadwalkan menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin, 29 Februari 2016.

Dia diperiksa terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan 3 unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelabuhan lndonesia (Pelindo) ll tahun Anggaran 2010.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, menyebut Paulus akan diperiksa untuk melengkapi berkas perkara mantan Direktur Utama PT Pelindo ll, Richard Joost Lino.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RJL," kata Priharsa.

Adik Bambang Widjojanto Kembali Diperiksa KPK

Paulus diketahui telah beberapa kali dijadwalkan menjalani pemeriksaan penyidik KPK. Pada pemeriksaan sebelumnya, dia dicecar mengenai perusahaan asal China, Wuxi Huangdong Heavy Machinery (HDHM). Perusahaan tersebut ditunjuk langsung Lino untuk menggarap proyek tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT Jayatech merupakan subkontraktor dari HDHM. Perusahaan tersebut bekerja sama dengan HDHM dalam pemeliharaan tiga unit QCC.

Sebelumnya, KPK menduga ada penyimpangan terkait pengadaan 3 unit QCC di PT Pelindo ll Tahun Anggaran 2010. Lembaga anti rasuah itu menduga ada penunjukkan langsung yang dilakukan oleh Direktur Utama Pelabuhan lndonesia (Pelindo) ll, Richard Joost Lino.

KPK Kirim Tim ke Tiongkok Usut Korupsi RJ Lino

Lino diduga telah menunjuk langsung perusahaan dari China, Wuxi Huadong Heavy Machinery Co. Ltd untuk pengadaan 3 unit QCC tersebut. KPK kemudian menemukan dua bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan RJ Lino sebagai tersangka. (ase)

Menteri BUMN, Rini Soemarno (tengah)

Sanksi Tak Boleh Rapat di DPR untuk Rini Soemarno Berlanjut

Hingga pencabutan dilakukan melalui mekanisme Rapat Paripurna DPR.

img_title
VIVA.co.id
1 Agustus 2016