Roket Perontok Tank Berserakan di Basis Militan Abu Sayyaf

Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina Selatan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Istimewa

VIVA.co.id – Tim gabungan Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk melancarkan misi pembebasan atas aksi pembajakan kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 dan penyanderaan 10 orang awak kapal berkewarganegaraan Indonesia oleh militan di Perairan Mindanao, Filipina.

Kaleidoskop 2021: Lonjakan COVID-19, KRI Nanggala hingga Herry Cabul

Namun, Ali Fauzi Manzi, pengamat terorisme dan mantan aktivis gerakan radikal asal Lamongan, Jawa Timur, meminta pasukan Indonesia waspada menghadapi militan . Selain pengalaman berperang, para milisi kelompok ini juga didukung persenjataan yang komplet.

"Di sana (di daerah basisnya ) amunisinya lebih komplet dari pada teroris Indonesia. RPG (rocket- propelled grenade), granat untuk antitank itu, seperti sampah di sana. Seperti mortar, apalagi hanya M-16 dan AK-47 banyak sekali, biasa di sana," kata Fauzi dihubungi VIVA.co.id, Rabu, 30 Maret 2016.

Ternyata TNI Ikut Terlibat Selamatkan 4 WNI yang Diculik Abu Sayyaf

Selain dukungan senjata, lanjut bekas instruktur latihan merakit bom Jamaah Islamiyah Wakalah Jawa Timur itu, milisi juga memiliki pengalaman lama dalam pertempuran menghadapi angkatan perang Filipina.

"Menghadapi tentara Filipina mereka sudah biasa," kata Fauzi.

Anggota DPR Respons Penyelamatan 3 WNI yang Diculik Abu Sayyaf

Adik bomber Bali Ali Imron ini mengaku tahu kekuatan karena pernah bersentuhan semasa mengikuti pelatihan militer di Mindanao, saat bergabung dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF) pada tahun 1994 sampai 1996. "Saya juga pernah bersentuhan dengan kelompok pada tahun 2002 sampai 2005," katanya.

Pada waktu itu, lanjut Fauzi, pemimpin masih bergabung dengan Komandan MILF, Samad Hasyim. Sekarang dua organisasi separatis ini pecah kongsi setelah MILF berganti pimpinan. "Setelah ada ISIS, lebih sreg dengan ISIS," katanya.

Fauzi mengatakan, MILF dan merupakan kelompok berbeda dan berdiri sendiri. Basis berada di wilayah Filipina Selatan, yang paling banyak anggotanya berasal dari bangsa Sulu. "Mereka lebih senang disebut dari pada," ujarnya.

Pelaku pembajakan kapal bermuatan sawit di OKI Sumatera Selatan

Perampok Sadis Bajak Kapal Bermuatan Sawit di Sumsel, Dibekuk saat Tertidur Lelap

Empat pelaku pembajakan kapal bermuatan sawit di Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel dibekuk polisi. Ternyata mereka juga terlibat DPO kasus perampokan dan pencurian

img_title
VIVA.co.id
21 Maret 2023