Ibu Kapten Kapal Disandera Abu Sayyaf Tak Nafsu Makan

Ayah dan ibu Peter Tonsen Barahama, kapten kapal yang disandera milisi Abu Sayyaf, ditemui di Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu, 30 Maret 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agustinus Hari
VIVA.co.id - Kerabat Peter Tonsen Barahama, kapten kapal tugboat Brahma 12 yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf, berkumpul di rumah orang tua pria itu di Lorong Cempaka, Kelurahan Bailang, Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat, 8 April 2016.
 
Keluarga besar berkumpul untuk memberikan dukungan moril kepada orang tua Peter, karena hari ini adalah tenggat penyerahan uang tebusan yang dimintakan kelompok Abu Sayyaf sebagai syarat pembebasan para sandera.
 
Ayah dan ibu Peter, Charlos Barahama dan Sofitje Salemburung, lebih banyak diam. Meski dicecar pertanyaan oleh sejumlah wartawan, keduanya hanya menjawab apa adanya.
 
Terlihat dari raut wajah mereka berdua terpancar kesedihan menanti pembebasan anaknya yang disandera milisi Abu Sayyaf sejak 26 Maret 2016. "Hari ini batas terakhir perusahaan memberikan uang tebusan. Tapi, sampai sore ini belum ada kabar dan tanda-tanda," ujar Charlos.
 
Amankan Laut Sulu, Tiga Negara Sepakat Kerja Sama
Keduanya mengaku mulai cemas karena tak ada kabar tentang nasib Peter. "Saya sejak pagi tak bisa makan. Pikiran saya terus ingat di mana Peter saat ini. Saya berharap semua baik-baik saja dan tidak ada korban jiwa. Semua diserahkan kepada Tuhan," ujar Sofitje.
 
Upaya Pemerintah Bebaskan WNI yang Ditawan Abu Sayyaf
Dia mengaku sempat bertemu perwakilan manajemen perusahaan tempat Peter bekerja di Jakarta pada Kamis malam, 7 April 2016. Saat itu, dia akan kembali ke Manado. Perwakilan perusahaan hanya menyatakan bahwa Peter dan semua sandera dalam kondisi baik-baik saja.
 
Bebaskan Sandera Abu Sayyaf, Pemerintah Pilih Diplomasi
Sofitje tidak menanyakan lagi kabar Peter kepada perwakilan perusahaan yang tak disebutkan namanya itu, karena harus bergegas masuk pesawat terbang menuju Manado. Hal yang pasti, informasi yang diberikan itu belum melegakan karena Peter hanya disebut dalam keadaan aman-aman saja.
Penyisiran Kelompok Bersenjata Aceh

KSAD Tunggu Perintah Panglima untuk Misi Bebaskan WNI

Hingga saat ini, ada 10 WNI yang disandera milisi Abu Sayyaf.

img_title
VIVA.co.id
10 Agustus 2016