Peneror Kantor Pertamina Semarang Mengaku Sakit Hati

Tersangka pelaku teror bom Kantor Pertamina Semarang ditahan Mapolres Semarang, Rabu, 1 Juni 2016
Sumber :
  • Dwi Royanto/ VIVA.co.id

VIVA.co.id - Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang bersama Kepolisian Daerah Jawa Tengah menangkap pelaku teror bom di Kantor Marketing Operasional Regional IV Pertamina Semarang. Pelaku tak lain adalah Nurul Fajri (perempuan, 30 tahun), seorang karyawan koperasi di kantor milik Pertamina.

img_title Fakta-fakta Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa

Saat digelandang di Markas Polrestabes Semarang, Nurul mengungkapkan alasannya menebar ancaman bom di kantor tempatnya bekerja. Dia mengaku sakit hati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya sakit hati. Saya dituduh mencuri uang Rp25 juta. Lalu saya SMS saja ke Ketua Koperasi, Pak Suban. Intinya, saya kesal karena tuduhan itu," ujar Nurul di Markas Polrestabes Semarang pada Rabu, 1 Juni 2016.

img_title Guru Ungkap Detik-detik Teror Bom Bikin Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Panik: Diminta Tetap di Lapangan

Nurul menjelaskan bahwa penggelapan uang Rp25 juta dituduhkan Koperasi kepadanya sejak setahun lalu. Namun dia sudah beriktikad baik untuk mengembalikan uang itu. Tapi manajemen Koperasi justru menolak dan setiap hari dia mendapat gunjingan dari rekan sekantornya.

"Saya tidak pakai uang itu. Mau saya kembalikan tapi ditolak. Di kantor saya juga sudah pojok-pojokkan. Sudah coba selesaikan secara keluargaan tapi ditolak (koperasi). Tapi di kantor diomongin terus," ujar perempuan asal Kudus, Jawa Tengah, itu.

img_title Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

Perlakuan seperti itulah yang membuat Nurul nekat mengirimkan SMS ancaman bom di kantor tempatnya bekerja. Teror SMS itu ditujukan ke sejumlah pegawai di tempatnya bekerja. "Saya lupa isinya. Saya pusing dan sakit hati," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan informasi yang dihimpun di Kepolisian, nomor seluler yang digunakan Nurul baru dibeli pada Rabu pagi saat dia hendak berangkat kerja di koperasi Pertamina. Nurul mengirimkan SMS itu di jalan Bergoto Semarang. Isinya memberikan ancaman meledakkan kantor Pertamina di Jalan Thamrin, Semarang. Dia kemudian membuang kartu seluler itu ke selokan. Setelah itu dia kembali bekerja seperti semula.

Polisi pun segera melacak dan mengetahui bahwa si pengirim SMS ancaman bom itu adalah karyawan perusahaan Pertamina. Nurul, yang kala itu tengah bekerja, tak berkutik saat ditangkap polisi dan digelandang di Markas Polrestabes Semarang pada Rabu siang.

Polisi berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Wamendikdasmen Kutuk Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Minta MPLS Dihentikan Sementara

Selain itu, ia meminta meminta SDN Srengseng Sawah 15 Pagi menghentikan sementara pelaksanaan MPLS hingga ada kepastian bahwa kondisi sekolah benar-benar aman.

img_title
VIVA.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut