Selain Senjata, Intelijen Jawaban Hadapi Ancaman

Ilustrasi kartu intelijen.
Sumber :
  • VIVAnews/Siti Ruqoyah

VIVA.co.id - Kepala Badan Instalasi Strategis Nasional (Instranas) Kemenhan, Mayjen TNI Paryanto, mengungkapkan bahwa saat ini banyak ancaman nyata secara global terhadap Indonesia. Menurut dia, intelijen merupakan jawaban untuk menghadapi persoalan tersebut.

img_title Kemhan: Kapal Pesiar Milik Swasta Dipinjam Tanpa Biaya Sewa

"Perang bisa terjadi kapan saja. Membangun sistem persenjataan itu bisa membutuhkan waktu puluhan tahun. Intelijen jawaban strategis untuk menghadapi semua ancaman," kata Paryanto di kantor Kemenhan Jakarta, Kamis, 16 Juni 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Paryanto menilai intelijen sangat strategis karena tidak mengandalkan persenjataan perang.

img_title DPR Tegaskan Kenaikan Tukin TNI hingga 90 Persen Tak Ganggu Efisiensi Anggaran, Ini Alasannya

"Pendekatan intelijen itu bukan harus angkat senjata seperti TNI. Ini bentuk antisipasi dan bagaimana nantinya kita mempunyai strategi nasional untuk itu," ujarnya.

Jenderal bintang tiga ini mengungkapkan beberapa ancaman baik secara politik maupun ekonomi. Secara geopolitik dia mencontohkan iklim politik Laut Cina selatan yang semakin memanas. Dua kekuatan besar, China dan AS  berhadapan di beranda Indonesia.

img_title Prabowo Naikan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kementerian Pertahanan

"Indonesia pasti kena imbas. Apa Indonesia mau diam saja? Kan tidak. Informasi-informasi penting ini harus segera disampaikan kepada pemimpin negara," tegasnya.

Selain itu, menurutnya, zona pasar bebas seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) juga bisa menjadi ancaman bila dibiarkan tanpa pengawasan. Dibutuhkan strategi nasional agar pasar bebas bisa bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan tidak dimanfaatkan kepentingan lain.

Atas dasar itu, ia berharap bila Badan Intelijen Pertahanan dibentuk, lembaga ini diisi para profesional yang dapat menganalisis semua data dan informasi secara akurat.

"Kami inginnya ada ahli yang benar-benar mempunyai kemampuan analisis. Aka ada ahli ekonomi, ahli hukum, ahli pertahanan dan lain-lain," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia memastikan bahwa tugas badan intelijen ini tidak akan tumpang tindih dengan badan serupa yang telah ada lebih dulu seperti, BIN, BAIS, Baintelkam dan yang lain.

"Kasarnya, intelijen pertahanan memenangkan perang. Intelijen TNI memenangi pertempuran," katanya.

Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia

Kemhan Tepis Ada Larangan Hijab Bagi Kadet di Unhan

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melalui unggahan di Instagram menegaskan tak ada larangan terkait penggunaan hijab bagi kadet perempuan di Universitas Pertahan (Unhan)

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut