IPW: Banyak Anggota Polri Jadi Predator Seks
VIVA.co.id – Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus perkosaan yang dilakukan Brigadir Mardiyus, anggota Polsek Tampan, Pekanbaru, Riau, bersama empat temannya pada 16 Juni 2016 adalah tindakan yang sangat biadab.
Polri didesak agar mempercepat proses kasus ini agar Brigadir Mardiyus bisa segera dihukum mati atau dihukum maksimal dan kemudian dikebiri.
Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, mendesak sebelum melakukan tindakan kebiri terhadap anggota masyarakat yang terlibat kasus perkosaan, Polri harus lebih dulu mengebiri anggotanya yang menjadi predator seks.
Sebab, beberapa waktu belakangan jumlah polisi yang menjadi predator seks bagi masyarakat makin meningkat. Sama meningkatnya dengan jumlah anggota polisi yang bunuh diri atau membunuh orang dekatnya.
"Kasus yang melibatkan Brigadir Mardiyus tergolong sangat biadab. Sebab pelaku bersama empat temannya menculik dan memperkosa korban di dalam mobil di jalanan. Aksi perkosaan ini dilakukan pelaku masih dengan menggunakan pakaian dinas, seragam polisi. Alasannya, karena cintanya ditolak korban," kata Neta dalam keterangan tertulisnya kepada VIVA.co.id, Minggu, 19 Juni 2016.
Neta menuturkan, aksi biadab ini menunjukkan bahwa Brigadir Mardiyus sangat tidak pantas menjadi polisi. Sebab, sesungguhnya dia adalah seorang penjahat dan predator seks bagi wanita.
"Orang seperti Brigadir Mardiyus sangat berbahaya, apalagi jika ia tetap memakai seragam dan memegang senjata api," katanya.
Untuk itu, kata Neta, IPW mendesak Polda Riau segera menahannya untuk kemudian diproses hukum agar yang bersangkutan bisa segera dijatuhi hukuman mati atau dihukum maksimal dan dikebiri.
"Tindakan tegas dan keras perlu dilakukan agar muncul efek jera, sehingga oknum-oknum polisi bisa mengendalikan hawa nafsunya," ujar Neta.
IPW sangat prihatin melihat makin maraknya aksi pelecehan seksual yang dilakukan polisi terhadap anggota masyarakat. Kasus ini tidak hanya membuat trauma masyarakat, tapi juga sebuah perbuatan biadab yang sangat memalukan institusi Polri.
Berikut adalah beberapa kasus-kasus perkosaan yang pernah dilakukan anggota polisi
16 Juni 2016
Brigadir Mardiyus anggota Polsek Tampan, Pekanbaru Riau bersama empat temannya menculik dan memperkosa seorang gadis. Aksi perkosaan ini dilakukan pelaku masih dengan menggunakan pakaian dinas. Alasannya, karena cintanya ditolak korban.