Banjir dan Longsor Landa Jawa Timur
- Antara/ Irsan Mulyadi
VIVA.co.id – Sejumlah daerah di Jawa Timur mengalami bencana banjir dan longsor setelah hujan lebat mengguyur. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana banjir bandang dan longsor di beberapa wilayah terjadi pada hari ini, Senin 11 Juli 2016. wilayah yang dilanda bencana itu antara lain, Lumajang, Mojokerto, Trenggalek, dan Malang.
"Bencana tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang turun pada malam (10 Juli) hingga pagi," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers.
Menghadapi peristiwa banjir dan longsor, masing-masing BPBD telah merespons secara cepat dengan dukungan berbagai pihak seperti TNI, polisi dan dinas terkait. Penanganan di lapangan masih dilakukan seperti pendataan kerugian.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk waspada menghadapi potensi bahaya banjir dan longsor, khususnya di wilayah dengan intensitas hujan tinggi," katanya.
Sutopo menjelaskan, insiden banjir yang terjadi di Dusun Sumberwaru, Kembangsari, Ngoro, Mojokerto pada Senin 11 Juli, pukul 01.00 WIB. Banjir dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang dimulai sejak Minggu 10 Juli, pukul 21.00 WIB.
Hujan mengakibatkan debit sungai meluap hingga jalan raya dan rumah warga. BPBD mencatat 270 KK terdampak banjir dengan ketinggian hingga 1 meter.
"Dua mobil dan 270 rumah warga terendam banjir. Namun demikian banjir terpantau surut pada pukul 05.00 WIB," katanya.
Sementara itu, banjir dan longsor terjadi di wilayah Kecamatan Munjungan, Trenggalek pada pukul 02.00 WIB. BPBD Trenggalek memantau air telah surut pada pukul 04.00 pagi ini.
Dampak bencana banjir mencakup lima dusun (di antaranya Dusun Pager, Gunung, Krajan, Domerto, Janti) di Desa Tawing, Munjungan, Trenggalek, sedangkan longsor di Dusun Podang dan Bendoroto, Munjungan,Trenggalek.
Banjir di wilayah Munjungan merusak lahan pertanian dengan rincian Desa Bangun 2 ha, Bendoroto 5 ha, Tawing 7 ha, Munjungan 3 ha. Longsor di Dusun Podang berdampak kerusakan di SDN 1 Bendoroto, seperti 6 kelas, perpustakaan, dan fasilitas lain rusak. Bangunan yang tersisa tidak layak digunakan.
"Kerugian lain di dusun ini terjadi pada jembatan yang memiliki panjang 15 meter. Kerugian jembatan ambles ditaksir sekitar Rp1 miliar," kata Sutopo.