Santoso Tewas dengan Lima Tembakan

Evakuasi jenazah buronan teroris Santoso alias Abu Wardah di Rumah Sakit Bhayangkara Palu pada Selasa, 19 Juli 2016.
Evakuasi jenazah buronan teroris Santoso alias Abu Wardah di Rumah Sakit Bhayangkara Palu pada Selasa, 19 Juli 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Abdullah Hamann

VIVA.co.id –  Tewasnya gembong teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah dalam kontak senjata dengan aparat Satgas Tinombala di Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, ternyata akibat timah panas anggota Raider TNI.

Santoso tewas dengan lima tembakan di bagian tubuh. Empat peluru menembus di bagian dada dan perut serta satu peluru menembus bagian lengan. Empat tembakan masih membuat Santoso bergerak dan mencoba melawan.

"Satu tembakan terakhir mengenai dada dilakukan oleh Komandan Tim Alfa Serda Firman Wahyudi. Tembakan inilah yang diduga membuat Santoso tewas," kata Wakil Komandan Pelaksana Operasi Tinombala, Brigadir Jenderal TNI Ilyas Alamsyah kepada VIVA.co.id di Palu Sulawesi Tengah Selasa, 19 Juli 2016.

Sementara itu, Mochtar yang ikut tewas bersama Santoso juga mengalami luka tembak yang cukup parah di sejumlah bagian tubuh. Diduga, Mochtar yang menjadi pengawal Santoso melakukan perlawanan hebat hingga akhirnya diberondong peluru oleh tim Alfa dari TNI.

Menurut Ilyas Alamsyah, lima anggota kelompok MIT ini termasuk Santoso, disergap saat sedang berada di pinggir sungai di wilayah hutan dan pegunungan Desa Tambarana. Saat itu salah satu perempuan yang ikut disergap aparat sedang mandi di sungai.

"Makanya saat disergap perempuan yang diduga adalah istri Santoso itu melarikan diri sambil menembaki aparat dengan kondisi telanjang," kata Ilyas.

Saat ini, dua perempuan yang diduga istri Santoso dan istri Basri serta Basri yang melarikan diri, sedang dalam perburuan aparat. Ketiga DPO ini melarikan diri ke hutan pegunungan Poso di sekitar wilayah Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso dan Sausu Kabupaten Parigi Muotong.