Ribuan Botol Vaksin Dibuang di Tol Meruya

Seorang tenaga medis menunjukkan vaksin campak
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

VIVA.co.id – Polda Metro Jaya sedang menyelidiki temuan dua box vaksin yang diduga palsu di pinggir Tol Meruya, Jakarta Barat. Kerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah dilakukan untuk memastikan kandungan vaksin yang ditemukan itu.

"Tentunya kita kerjasama dengan BPOM dan Polres Jakarta Barat. Kemarin sudah datang ke BPOM untuk melakukan pemeriksaan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Selasa 26 Juli 2016.

Awi menambahkan, hasil dari pemeriksaan BPOM terkait kandungan vaksin yang ditemukan di pinggir tol itu belum keluar. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah vaksin palsu atau tidak. Dalam box itu berisi 520 botol vaksin campak, 832 sachet vaksin hepatitis b recombinan, 1.200 botol pelarut vaksin campak kering, 1.200 botol dan 10 botol Vaksin TT.

“Hari ini sudah kita lakukan koordinasi kembali namun demikian untuk hasil belum ada, kita masih menunggu proses. Kalau kesempatan pertama sudah ada hasilnya, ada kepastian vaksin tersebut asli apa tidak tentunya akan kita sampaikan," kata Awi.

Sebelumnya, dua box diduga berisi vaksin palsu ditemukan di dekat pintu keluar Tol Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis 21 Juli 2016 sekitar pukul 23.00 WIB. Temuan vaksin diduga palsu itu pertama kali diketahui oleh petugas tol bernama Solihin (50).

Dari data yang didapatkan, penemuan vaksin diduga palsu tersebut berawal sekitar pukul 21.45 WIB, saksi petugas tol keluar untuk membeli makan, kemudian melihat ada mobil Daihatsu Grandmax box warna silver sedang berhenti dekat pintu tol masuk Meruya.

Ketika balik dari membeli makan sekitar 15 menit, saksi lalu melihat ada dua dus besar berisikan vaksin yang diduga palsu. Kemudian saksi mendatangi pos polisi Alfa untuk menginformasikan penemuan dua kardus tersebut.

Mendapati laporan tersebut, petugas piket Polres Jakarta Barat melakukan pengecekan di tempat pembuangan dan melihat beberapa CCTV di dekat area tersebut. Lalu membawa barang bukti ke Polsek Kembangan untuk dilimpahkan ke Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

IDAI Keluarkan Rekomendasi dan Jadwal Pemberian Vaksin Ulang

Ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto membenarkan penemuan dua box berisi vaksin tersebut. Namun, dirinya belum bisa menjelaskan apa benar vaksin tersebut palsu atau tidak.

"Kita belum tahu itu palsu atau tidak. Jadi, ditemukan di luar Tol Meruya dan ditemukan oleh penjaga tol. Lapor kepada Polsek, ada dua dus. Kemudian dus itu kita lihat ada vaksin," kata Didik ketika dihubungi, Jumat 22 Juli 2016.

IDI Minta Maaf Soal Vaksin Palsu

Hingga kini, Didik juga menuturkan, pihaknya belum mengetahui siapa pemilik mobil Grandmax berwarna silver itu. Pihak Buser sempat melakukan pengecekan di beberapa CCTV dekat tempat kejadian perkara (TKP), namun tetap saja plat nomor mobil tak terlihat.

Menurutnya, saat dilakukan pengecekan, tanggal kadaluarsa yang tertera di bungkus vaksin itu pun masih lama. Alhasil, penyidik Krimsus Jakarta Barat itu pun heran mengapa vaksin itu ditinggal pemiliknya.

 

Sebut Darurat, Ini Langkah IDAI Terkait Vaksin Palsu
Orangtua korban vaksin palsu gelar aksi di RS Harapan Bunda. (20/07/16)

YLKI Pertanyakan Sikap RS Harapan Bunda Soal Vaksin Palsu

RS ini dianggap tak memiliki itikad baik pada keluarga korban.

img_title
VIVA.co.id
13 Agustus 2016