Tugas Menteri Baru di Kabinet Kerja
Rabu, 27 Juli 2016 - 12:52 WIB
Sumber :
- Taufik Rahadian
VIVA.co.id - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan susunan baru Kabinet Kerja dengan merombak atau reshuffle 12 nama menteri. Dari 12 nama itu, terdapat sembilan nama baru di jajaran menteri, yang mendapatkan tugas khusus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki ekonomi, dan membenahi reformasi birokrasi aparatur pemerintah.
Saat memberikan penjelasan singkat mengenai latar belakang para menteri baru itu di Istana Negara, Rabu, 27 Juli 2016, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga mengungkapkan tugas serta tanggung jawab mereka di posisi barunya.
Â
Baca Juga
Untuk menteri keuangan, Presiden memilih Sri Mulyani untuk memecahkan permasalahan ketimpangan kemiskinan, meningkatkan kesempatan kerja, dan bersaing dalam kondisi ekonomi global saat ini. Jaringan dan pengalaman Sri Mulyani sebagai direktur pelaksana Bank Dunia, juga diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.
Â
"Beliau teruji dan memiliki pengalaman di berbagai bidang ekonomi dan keuangan, memiliki jaringan serta dipercaya di tingkat internasional," tuturnya.
Â
Terkait jabatan Sri Mulyani di Bank Dunia, menurut Pratikno, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim sudah merestui jabatan baru Sri Mulyani untuk menggantikan Bambang Brodjonegoro. "Sudah ada komunikasi Presiden dengan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, dan sudah diberi izin untuk kembali ke Indonesia dan menjabat sebagai menteri keuangan."
Â
Pada Archandra Tahar, Presiden berharap pengalamannya di dunia internasional sebagai ahli di bidang energi dan sumber daya mineral, bisa meningkatkan kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Archandra menggantikan Sudirman Said.
Â
"Memiliki beberapa paten internasional, tentu saja punya reputasi tercatat sebagai profesional yang mempunyai level dunia," ucap Pratikno.
Â
Menteri baru lainnya adalah Budi Karya Sumadi sebagai menteri perhubungan menggantikan Ignasius Jonan. Presiden percaya mantan presiden direktur Angkasa Pura II ini bisa meningkatkan kinerja Kementerian Perhubungan dengan pengalamannya di bidang infrastruktur dan memimpin perusahaan Badan Usaha Milik Daerah.
Â
Selain itu, ada Muhajir Efendi yang menjadi menteri Pendidikan dan Kebudayaan menggantikan Anies Baswedan. Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur ini dipercaya memperbaiki dunia pendidikan di Indonesia, karena berhasil membangun fondasi penting dan meningkatkan prestasi di Universitas Muhammadiyah.
Halaman Selanjutnya
Â