Patroli Laut Tiga Negara Diharapkan Dimulai Agustus Nanti

Ilustrasi/Kapal perang TNI Angkatan Laut KRI Yos Sudarso (353).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Andika Wahyu

VIVA.co.id - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berharap realisasi patroli laut Indonesia bersama Malaysia dan Filipina di laut perbatasan bisa terealisasi mulai Agutus 2016. Dengan demikian, langkah antisipasi gangguan kelompok bersenjata Abu Sayyaf di perairan laut Filipina dapat diminimalisir.

Sejauh ini, Ryamizard mengakui rencana patroli laut tiga negara tersebut masih terus dibicarakan secara mendalam. Belum ada rencana yang konkret disepakati tiga negara tersebut.

Kapal Patroli di Sumatera Utara Dilempari Bom Molotov

"Ini (patroli laut) kan ada tahapannya. Hanya saja saat saya minggu lalu ke Malaysia untuk lakukan pertemuan antar Menteri Pertahanan, Filipina tidak bisa hadir karena menterinya menemani presiden melihat daerah operasi, sehingga ditunda," kata Ryamizard di Istana Negara, Selasa, 27 Juli 2016.

Untuk itu, Ia mengharapkan langkah trilateral itu dapat dilakukan secepatnya, dengan mengusulkan pelaksanaan dilakukan di Indonesia pada bulan Agustus.

Ryamizard menuturkan, saat ini kelompok radikal Abu Sayyaf makin terdesak seiring dengan dilakukannya operasi penumpasan yang digelar oleh militer Filipina. Bahkan, anggota kelompok bersenjata itu dikabarkan tewas dalam baku tembak.

(ren)

Ada Demo 2 Desember, Pembahasan Sandera Abu Sayyaf Ditunda
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin

Pemerintah Minta DPR Setujui Anggaran Patroli Laut di Natuna

Masih ada kapal-kapal dan senjata TNI buatan tahun 1950-an.

img_title
VIVA.co.id
12 Januari 2020