Modus Baru Pencurian Rumah dengan Ketapel

Modus Baru Pencurian Rumah dengan Ketapel di Surabaya
Sumber :
  • VIVA.co.id/Januar Adi Sagita
VIVA.co.id - Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, berhasil menangkap empat orang yang disangka sebagai komplotan penjahat spesialis pembobol rumah.
Risma: Jerman Sumbang Rp1,5 Triliun untuk Bangun Trem

Mereka ditangkap di sebuah villa di Tretes, Pasuruan, Jawa Timur. Keempat orang itu antara lain, AW (36 tahun), warga Jakarta; NA (41 tahun) dan Budi Prasetyo (43 tahun), warga Kota Yogyakarta; dan Supriyadi (51 tahun), warga Bantul, DI Yogyakarta.
Aplikasi Antibegal Bikinan Mahasiswa ITS

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Shinto Silitonga menjelaskan, modus operandi keempat tersangka itu tergolong baru dan unik. Mereka menggunakan ketapel untuk mengetahui kondisi sebuah rumah sedang kosong, atau ada penghuninya.
Siswa SD Menangis Agar Risma Tak Jadi Calon Gubernur Jakarta

“Pertama mereka menembakkan ketapelnya. Kalau dari dalam rumah tidak ada reaksinya, berarti rumah itu kosong, dan mereka siap mencongkel rumah itu,” kata Shinto kepada wartawan di Surabaya pada Minggu 7 Agustus 2016.

Setelah berhasil masuk rumah korban dengan mencongkel pintu, atau jendela, komplotan itu menguras harta benda di dalam rumah. Untuk mengangkut semua barang hasil curiannya, para tersangka menggunakan mobil sewaan. Supaya tidak mudah tertangkap polisi, mereka berulang kali memasang pelat nomor palsu di mobil itu.

“Nah, kasus terakhir yang mereka lakukan ini di sebuah rumah di Jalan Tenggilis Timur II Nomor 20, Surabaya, dan milik seorang dosen,” ujar Shinto.

Para tersangka sudah melakukan aksinya berulang kali, di antaranya, empat lokasi di Surabaya dan empat lokasi di Malang.

Polisi menyita dua ketapel dan sejumlah kelerang dari para tersangka. Barang bukti lain yang disita, antara lain, tiga linggis, sejumlah pelat nomor palsu, berbagai kunci letter L, dan anak kuncinya. (asp)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya