Jelang Puncak Kemarau,Titik Api di Sumatera Meningkat

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sumber :
  • ANTARA/Nova Wahyudi
VIVA.co.id
Mengapa Praktik Bakar Hutan Berulang Lagi?
- Titik api mulai bermunculan di Pulau Sumatera, seiring dengan kemarau yang melanda kawasan itu. Dari pantauan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), sepanjang Minggu, 7 Agustus 2016, tercatat ada 231 titik api.

Satelit Lapan Deteksi 232 Hotspot Jelang Puncak Kemarau
Sebaran titik api ini di Sumatera Utara tercatat ada 55 titik, Riau 54 titik, Sumatera Selatan 53 titik, Bangka Belitung 37 titik, Sumatera Barat 18 titik, Jambi 6 titik, Bengkulu 5 titik, serta Aceh dan Bengkulu masing-masing dua titik api.

1,7 Juta Orang Indonesia Terdampak Bencana dalam Enam Bulan
Kepala Seksi Observasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kenten Palembang, Indra Purna, menjelaskan puncak kemarau diperkirakan terjadi Agustus hingga September ini, jika melihat pada menurunnya pertumbuhan awan, sehingga pembentukan hujan ikut menipis.

Ditambah lagi suhu udara saat ini rata-rata berkisar di 34-35 derajat celsius, sehingga hawa panas ikut meningkat.

“Karena tidak ada pertumbuhan awan, menyebabkan hujan tidak terjadi dan hawa panas meningkat. Suhu yang panas lantaran terjadi penurunan kelembaban yang sudah berada di titik normal, atau di bawah 50 persen,” kata Indra, di kantornya, Senin, 8 Agustus 2016.

Indra pun memprakiraan, kemarau dan hawa panas di wilayah Sumatera Selatanakan berakhir lebih cepat dari sebelumnya. “Kemarau tahun ini lebih cepat berakhir, kemungkinan September nanti sudah ada hujan,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya