Dugaan Dwi Kewarganegaraan Paskibraka

Kak Seto Nilai Pemerintah Tak Adil soal Gloria

Kak Seto
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Seto Mulyadi menyesalkan sikap pemerintah dalam mengambil keputusan terkait kasus yang dialami Gloria Natapraja Hamel, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang batal tampil di Istana lantaran diduga memiliki dwi kewarganegaraan.

img_title BNPB Ungkap Kondisi Terkini Karhutla, Kalteng Jadi Wilayah Paling Parah! 321 Hektare Masih Terbakar

“Seolah disudutkan, dia harusnya diapresiasi karena mau mengibarkan bendera pusaka. Dia juga anak Indonesia, apapun juga enggak usah terlalu dikait-kaitkan lah dengan hal-hal yang sifatnya teknis seperti itu. Yang pentingkan jiwanya Indonesia. Pemerintah tidak adil, artinya jangan terlalu kaku lah, ini anak-anak,” kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini kepada VIVA.co.id, Selasa, 16 Agustus 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dunia anak-anak, kata Kak Seto, harus dilihat dari sudut anak-anak juga. "Jangan sampai apa yang dialaminya itu justru malah merusak jiwa naionalismenya si anak," ujarnya.

img_title Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat, tapi Harus Bertanggung Jawab

Dengan kejadian ini, Kak Seto khawatir, anak tersebut akan kecewa terhadap Indonesia lalu berbalik tak cinta Tanah Air. Menurut dia, anak itu sudah mau berlatih dan bangga sebagai anak Indonesia namun malah dibuat seperti ini. "Ini kontra produktif dengan pendidikan karakter yang sedang dikampanyekan bangsa ini,” ujarnya.

Dia meminta, semua pihak mesti fleksibel dalam menghadapi anak-anak. "Jangan terlalu kaku apapun juga, apa itu kurikulum, apakah itu undang-undang dan sebagainya,” ujarnya.

img_title Pemerintah Hormati Aksi Greenpeace, Tegaskan Komitmen Tangani Krisis Iklim dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Tak tinggal diam, Kak Seto akan melakukan upaya advokasi terkait yang dialami Gloria. Ia juga akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menghilangkan efek trauma pada Gloria pascakejadian ini.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia berharap, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atau pihak lainnya untuk melihat psikologi anak itu. "Kami akan coba koordinasi dulu dengan teman dan pihak terkait untuk menemui pemerintah kenapa ini bisa terjadi. Kami juga akan coba menghubungi orangtua Gloria."

Untuk diketahui, Gloria, putri tunggal pasangan Didier Hamel dan Ira Natapraja ini terpilih menjadi anggota Paskibraka dari perwakilan Jawa Barat. Dia terpilih setelah melalui serangkaian seleksi untuk bisa tampil di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2016. Namun kemudian, dia dibatalkan untuk ikut tampil di Istana lantaran dianggap bukan warga negara Indonesia. Sang ayah, Didier diketahui berkebangsaan Perancis, sedangkan sang ibu Ira Natapraja adalah warga Indonesia asal Subang, Jawa Barat.

Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan di Istana Negara, Jumat (2/10/2026)

Kepala Bakom Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik dan Masukan Masyarakat

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Baca selengkapnya

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut