Lukman Hakim: Pemerintah Ingin Selamatkan 177 WNI

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin

VIVA.co.id - Pemerintah Indonesia dan Filipina sedang melakukan verifikasi sekaligus investigasi terhadap kasus 177 WNI. Mereka ditahan otoritas imigrasi Filipina karena diduga menggunakan paspor palsu.

img_title Update Haji 2025: 296 Kloter Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Air

"Ini ada kasus penipuan sejumlah WNI kita yang menggunakan paspor Filipina untuk berhaji," kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dalam perbincangan dengan tvOne, Senin, 22 Agustus 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Lukman, persoalan yang harus didalami adalah apakah mereka korban penipuan karena ketidaktahuan, keterbatasan informasi, sehingga dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Atau di antara mereka justru ada kesadaran menggunakan dokumen ilegal untuk haji.

img_title 6 Barang Ini Dilarang Masuk Koper Jemaah Haji saat Kepulangan ke Tanah Air

"Ini yang didalami. Apapun, pemerintah Indonesia sedang ingin menyelamatkan mereka," ujar dia lagi.

Lukman mengakui bahwa proses investigasi belum selesai. Mereka belum mendapatkan hasil final, apa sesungguhnya yang terjadi.

img_title Fase Puncak Haji, Jemaah Indonesia Khusyu Berzikir dan Berdoa Saat Wukuf di Arafah

Namun, dia memastikan bahwa ada indikasi kuat kasus ini dilakukan secara terorganisasi. Setidaknya, dugaan itu muncul dari hasil informasinya dari sejumlah jemaah yang sudah diinterogasi.

"Indikasi dalam memanfaatkan ketidaktahuan WNI kita. Kemudian mereka ditipu dengan haji yang tidak sepenuhnya. Kita menunggu. Ini sepenuhnya otoritas di Kemenlu, perwakilan kita di Filipina, di Manila, dan Polri," tutur dia.

Jemaah haji tahun 2025 berada di Mina untuk menuju Arafah

Jemaah Haji Mulai Diberangkatkan ke Arafah Besok

Seluruh jemaah haji Indonesia saat ini telah tiba di Makkah dan memasuki fase persiapan akhir menuju Arafah. Nantinya jemaah haji berangkat secara bertahap dalam 3trip.

img_title
VIVA.co.id
24 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut