'Noordin' Dilumpuhkan Dalam 17 Jam

VIVAnews - Tidak mudah melumpuhkan Noordin M Top yang bersembunyi di rumah Mozahry, warga Desa Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung. Dibutuhkan waktu 17 jam sampai akhirnya teroris kakap itu diduga kuat tewas.

Polisi melakukan pengepungan sejak pukul 16.00 WIB, Jumat 7 Agustus 2009 hingga pukul 09.55 WIB, Sabtu 8 Agustus 2009saat polisi membentangkan garis polisi di sekitar rumah yang berada di tengah persawahan itu.

Penggerebekan rumah tersebut bermula dari penangkapan dua orang kakak beradik bernama Indra (35) dan Aris (38) di Pasar Parakan Temanggung, Jawa Tengah. Keduanya adalah sepupu Tatag, yang juga ditangkap Densus 88 Mabes Polri 3 tahun lalu.

Mereka bekerja di bengkel sepeda. Indra tinggal di rumah Mohzahri yang pensiunan guru, sedangkan ArisĀ  di rumah lainnya di kelurahan yang sama.

Setelah menangkap kedua orang ini, petugas langsung bergerak ke Desa Beji dan mengepung rumah milik Mohzary. Noordin dan tiga orang lainnya yang berada di dalam rumah tersebut sempat melakukan perlawanan, sehingga terjadi baku tembak.

Noordin sendiri sempat terkena tembakan petugas dan bersembunyi di dalam kamar mandi yang berada di belakang rumah tersebut. Saat petugas menanyakan siapa orang yang di dalam, dari kamar mandi tersengar sahutan, "Nama saya Noordin M Top."

Untuk melumpuhkan Noordin, selain rentetan tembakan, petugas juga meledakkan enam bom berdaya ledak rendah yang dibawa robot di berbagai sisi untuk menjebol rumah tersebut.

Polisi berhasil masuk ke dalam rumah sekitar pukul 09.40 WIB. Di dalam rumah petugas juga sempat menembakkan peluru sampai akhirnya ke luar dengan langkah ringan. Diduga kuat Noordin sudah tewas.