Cerita Calon Hakim MA, Dipanggil KPK Hingga Celah Suap

Gedung Mahkamah Agung
Sumber :
  • VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis

VIVA.co.id – Para calon hakim agung dan calon hakim adhoc Tindak Pidana Korupsi di Mahkamah Agung tengah menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI. Selain terkait tugas yang akan mereka emban nanti, para calon juga sempat ditanyai perihal kondisi MA, tempat mereka bekerja.

img_title Usai Putusan Mahkamah Agung soal Suket Gibran, Akbar Faizal ke Jokowi: Sayangi Anakmu, Anakmu Tak Layak

Calon Hakim Adhoc Tipikor Dermawan S Djamian mengaku pernah dimintai klarifikasi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait sejumlah kasus. Dermawan ketika itu tengah menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan di MA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPK saat itu katanya mendapat laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai adanya biaya perkara di MA. Dermawan pun menyampaikan pembukuan keuangan di MA.

img_title Gibranisti Bocorkan Sikap Gibran soal Putusan MA terkait Suket, Singgung Cocoklogi hingga Bim Salabim

"Saya tiga kali dipanggil ke KPK," kata Dermawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 25 Agustus 2016.

Sementara itu, calon Hakim Agung Setyawan Hartono tidak menampik jika ada indikasi suap di MA. Dia sendiri sampai saat ini menjabat sebagai Hakim Tinggi di Badan Pengawas Mahkamah Agung.

img_title Subhan Palal Beberkan Dampak Hukum untuk Gibran Usai Putusan MA: Sangat Jelas secara Yuridis

Salah satu indikasi itu ia rasakan ketika melihat pegawai biasa di MA, dapat secara cepat memiliki barang-barang mewah. Namun, Setyawan mengakui sulit membuktikan tindak korupsi dari situ.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setyawan juga mengakui tidak mudah untuk membenahi segala celah suap di MA. Menurutnya perbaikan sistem secara menyeluruh memang dibutuhkan.

"Untuk membuktikan itu hasil tindakan yang berbau mafia memang tidak mudah," ujar dia.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka

Hinca sebut Demokrat Pelajari Serius soal Putusan MA terkait Suket Gibran, Siggung Supremasi Hukum

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menanggapi terkait putusan MA terkait pembatalan Suket Penyetaraan Ijazah SMA Wapres Gibran. Kata dia

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut