Modus Oknum Amankan Perkara di KPK

Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati
Sumber :
  • ANTARA/Andrea Asih

VIVA.co.id – Maraknya pemerasan yang mengatasnamakan Komisi Pemberantasan Korupsi, membuat lembaga itu gusar. Untuk mengantisipasi kejadian itu kembali terulang, KPK menyebarkan surat imbauan kepada seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Selain itu, surat pemberitahuan juga diberikan kepada DPR dan DPRD di seluruh wilayah Indonesia. 

img_title PMI Ilegal Asal Cililin Diduga Disekap di UEA, Kondisinya Kini Selamat

"Hari ini pimpinan KPK mengirim surat pemberitahuan tentang maraknya penyalahgunaan nama KPK, pimpinan, atau pejabat, atau pegawai KPK, sebagai sarana untuk penipuan, pemerasan, maupun pengamanan perkara," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 8 September 2016. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan informasi dan telaah KPK, ada beragam modus yang sering digunakan oknum itu untuk menipu menggunakan nama lembaga antikorupsi itu. Awalnya, para oknum meminta data dan informasi atas nama KPK kepada calon korbannya. 

img_title Persija Like Postingan Java United saat Ciro Alves Bobol Gawang Persib, Macan Kemayoran Ikut Girang?

"Permintaan data atau info atas nama KPK, seolah-olah dengan maksud untuk melakukan investigasi atau audit," ujar Yuyuk. 

Selain itu, modusnya seperti menyelenggarakan seminar pemberantasan korupsi, yang diklaimnya menggunakan biaya KPK dan mengundang banyak pihak ke acara itu.

img_title RI Dapat Bantuan untuk Atasi Karhutla dari Australia di Kaltim, Sasar Titik Api yang Menjalar ke Pemukiman

"Kemudian ada juga yang menggunakan surat tanggapan masyarakat, surat panggilan, surat keterangan yang diberikan ke terlapor, saksi, atau calon tersangka, terdakwa, atau keluarganya," kata Yuyuk. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Modus lain yang juga ditemukan adalah oknum yang mengaku-ngaku sebagai agen KPK atau wakil khusus, bahkan pegawai KPK di daerah. 

"Kemudian ada pula modus yang digunakan menerbitkan piagam, sertifikat, surat-surat lain menggunakan nama atau lambang KPK," ucap Yuyuk. (ase)

Ketua DPD I Golkar Papua Tengah, Soedeson Tandra

Golkar Papua Tengah Solid Dukung Bahlil: Isu Munaslub Hoaks!

Soedeson menegaskan komitmen penuh seluruh jajaran pengurus dan kader di daerah untuk tetap solid mendukung kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

img_title
VIVA.co.id
8 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut