Menteri Ryamizard: Urus Haji Lebih Mudah dari Sandera

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Moh Nadlir

VIVA.co.id – Selain masalah penyanderaan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf, Indonesia juga dipusingkan dengan fakta banyaknya WNI yang memilih menunaikan ibadah haji melalui Filipina.

img_title Alas Kaki Penting Selama di Madinah, Ini Alasannya

Menggunakan paspor palsu Filipina, para jemaah haji tersebut diiming-imingi berangkat ke Tanah Suci dengan waktu tunggu haji yang lebih singkat dengan dibanding dengan di dalam negeri. Imbasnya, hal itu kini justru menjadi masalah bagi Indonesia dan Filipina, bahkan negara tujuan haji yakni Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait itu Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu membandingkan lebih mudah menyelesaikan masalah haji ketimbang masalah sandera WNI di Filipina oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

img_title Menteri Agama: Jangan Tergiur Iming-iming Haji Singkat

Hal itu dikatakan Ryamizard, usai presiden kedua negara bertemu di Jakarta, yakni Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrido Duterte membahas masalah bilateral kedua negara, termasuk sandera dan haji.

"Kan ada dua hal. Yang pertama haji. Kalau haji kan gampang, ya sudah tinggal diatur saja. Yang ini (sandera WNI) kan ngaturnya dengan Abu Sayyaf," kata Ryamizard di Kantor Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka 15, Jakarta Pusat, Selasa 13 September 2016.

img_title Ini Layanan Akomodasi Jemaah Haji di Arab Saudi

Meski demikian, menurut Ryamizard, perkara sandera tetap menjadi perhatian serius atau prioritas kedua negara untuk segera dituntaskan, agar tak semakin berlarut-larut.

"Ya kira-kira begitu yang diprioritaskan. Sandera itu memang harus dibebaskan. Kita harus kerja sama. Saya sudah pelopori trilateral. Apa yang disampaikan ke Presiden Duterte itu adalah kelanjutannya trilateral," ungkap Ryamizard.

Hasilnya, pertemuan antarnegara itu, Filipina mengerahkan pasukannya secara besar-besaran untuk membebaskan para sandera baik WNI atau Warga Negara Asing (WNA) lainnya yang juga menjadi tawanan, juga untuk membasmi kelompok pemberontak di Filipina.

"Kan ada pengerahan besar-besaran pasukan 10 ribu itu untuk membebaskan sandera. Terutama untuk hancurkan pemberontakan di sana (Filipina)" ujar Ryamizard.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara terkait haji, pemerintah Indonesia dengan pemerintah Filipina tengah membahas nasib ratusan jemaah haji asal Indonesia yang dinilai hanya korban biro travel perjalanan ibadah haji.

"Ya tunggu saja negosiasinya. Presiden Duterte kemari kan sudah dibicarakan itu, ditunggu saja negosiasinya bagaimana," ujar Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto di kantornya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut