Abu Sayyaf, Perompak yang Disusui Tebusan

Tiga WNI asal NTT yang dibebaskan kelompok bersenjata Abu Sayyaf setelah disandera sejak 9 Juli 2016. Masih ada dua WNI yang menjadi sandera.
Sumber :
  • REUTERS/Nickie Butlangan

1 Mei 2016
* 10 ABK TB Brahma 12 dibebaskan

img_title Kelompok Bersenjata di Nigeria Culik 300 Lebih Siswa Sekolah

11 Mei 2016
* Empat ABK TB Henry 001 dibebaskan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

20 Juni 2016
* Kapal        : TB Charles
* Lokasi dibajak: Laut Sulu Filipina Selatan
* Sandera    : 7 orang
* Tebusan diminta Rp59 miliar

img_title Kapolda: Sudah 22 Kali KKB Tembaki Warga di Intan Jaya Papua

9 Juli 2016
* Kapal     : LLD 113/5/F Malaysia
* Sandera    : 3 Orang
* Lokasi dibajak: Perairan Sabah Malaysia

17 Agustus 2016
* Dua ABK TB Charles melarikan diri

img_title Perempuan WNI Calon Pengebom Bunuh Diri Ditangkap Militer Filipina

18 September 2016
* Tiga ABK LLD 113/5/F Malaysia dibebaskan

Melihat rentang waktu ini, bisa dikatakan Indonesia seperti menjadi langganan korban pembajakan kelompok Abu Sayyaf. Gelit bisnis kapal Indonesia yang berjualan batu bara ke Filipina seolah menjadi target pembajakan.

Terkecuali, kejadian pada 9 Juli 2016. Kapal berbendera Malaysia itu, adalah kapal penangkap ikan yang sedang mencari ikan di perairan Malaysia. Namun entah mengapa tetap dibajak dan uniknya dari tujuh ABK, hanya orang Indonesia yang diambil yaitu tiga orang.

Tebusan Mengalir
Terlepas dari itu, kelompok militan Abu Sayyaf yang baru-baru ini membuat Kanada meradang lantaran seorang warga negaranya dipenggal kepalanya. Ternyata tak berlaku untuk Indonesia.

Faktanya, meski ada sandera yang dipenggal kepalanya lantaran negaranya belum membayarkan uang tebusan. Di Indonesia, 14 orang warga negaranya malah dibebaskan. Dan konon, disebut-sebut tanpa tebusan sedikit pun.

"Perusahaan tidak mengeluarkan sepersen pun. Tak ada uang," kata juru runding pembebasan 10 sandera Kapal TB Brahma 12, pensiunan Jenderal Kivlan Zen, Minggu 1 Mei 2016.

Namun demikian, dibalik dalih tanpa tebusa tersebut. Sejumlah media Filipina tetap mengembuskan adanya tebusan dari pembebasan belasan sandera orang Indonesia yang ditahan kelompok Abu Sayyaf.

Ilustrasi/Kelompok Bersenjata Abu Sayyaf.

FOTO: Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina menunjukkan sandera mereka

Bocornya info tebusan ini bahkan disampaikan oleh Kepala Polisi Provinsi Sulu Inspektur Wilfredo Cayat. Dalam laporan yang dirilis Philippine Daily Inquirer, ada uang tebusan senilai Rp13,1 miliar untuk 10 ABK TB Brahma.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dan faktanya pun semakin diperkuat ketika proses pembebasan tiga WNI dari Kapal berbendera Malaysia yangs edianya akan dibebaskan pada bulan September ini. Uang senilai 30 juta Peso konon kembali mengalir ke kelompok Abu Sayyaf.

"Saya mendengar 30 juta peso telah dibayarkan kepada Abu Sayyaf," kata Octavio Dinampo, seorang guru besar di universitas yang berbasis di Sulu Filipina dilansir Inquirer.net, Minggu, 18 Spetember 2016.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut