Alat Deteksi Bencana di Garut Tidak Maksimal

Banjir bandang menerjang Garut
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

VIVA.co.id - Tiga alat pendeteksi dini pencegahan bencana atau Early Warning System (EWS) telah dipasang di kabupaten Garut. Namun nyatanya bencana banjir bandang dan longsor tetap menerjang, menewaskan puluhan orang.

img_title Cegah Banjir Bandang di Solok, Kementerian PU Pasang EWS dan Bangun Sabo Dam

Atas fakta itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, punya alasannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sutopo membenarkan insitusinya telah memasang tiga alat pendeteksi dini pencegahan bencana di Kabupaten Garut. Hanya saja, alat itu belum bisa mencakup semua wilayah longsor yang ada di Garut.

img_title Banjir Bandang di Nepal Hanyutkan 40 Rumah, Jembatan hingga Proyek Pembangkit Listrik

"Garut sudah dipasang tiga unit EWS longsor, tapi belum cukup untuk meng-cover semua wilayah rawan longsor," kata Sutopo kepada VIVA.co.id.

Sutopo mengatakan di Indonesia alat pendeteksi dini pencegahan bencana itu totalnya baru 72 alat yang terpasang, bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada. Padahal, kata dia, dengan luas wilayah Indonesia yang banyak daerah rawan bencana alamnya, harusnya alat EWS itu tersedia dalam jumlah ribuan unit.

img_title Wamendagri Bima Tinjau Lokasi Bencana, Pastikan Dukungan Tanggap Darurat Banjir Bandang Solok

"Kita perlu ribuan unit, tetapi ketersediannya kurang, tidak mencukupi," kata Sutopo.

Walaupun ada EWS, Sutopo tetap meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD), baik provinsi dan kabupaten/kota, untuk tetap memetakan bencana banjir.

Saat ini, tim dari BNPB, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Geologi sedang mempersiapkan pemasangan alat pendeteksi dini bencana tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alat tersebut sebagian komponennya menggunakan panas sinar matahari dan dilengkapi monitor yang ditempatkan di balai desa serta tersambung secara online ke BPBD dan BNPB. Hal ini guna memudahkan mendeteksi saat akan terjadi bencana.

Dengan pemasangan alat EWS ini, nantinya, ketika di sekitar tempat tersebut ada tanda-tanda bencana alam seperti longsor atau gempa bumi, maka akan bisa diketahui lebih awal dan secara otomatis bisa mengantisipasi adanya korban jiwa. (ase)

Ilustrasi banjir bandang

Hujan Deras Picu Banjir Bandang di 3 Negara, 4 Orang Tewas Termasuk Anak-anak

Hujan deras memicu banjir bandang dan menimbulkan korban jiwa di sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika Utara. Sebanyak empat orang, termasuk dua anak-anak, meninggal.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut