Bom Rakitan yang Lukai Kerbau Ternyata Gunakan Belerang

Tim Gegana Polda Yogyakarta melakukan penyisiran pasca ledakan bom di area persawahan Desa Sumberagung, Jetis, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (1/11/2016)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

VIVA.co.id – Sebuah bom rakitan berisi serpihan paku melukai seekor kerbau ternak milik warga di Desa Sumberagung Kabupaten Bantul Yogyakarta, Selasa siang, 1 November 2016. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

img_title Pelajar MAN 3 Padang Belajar Rakit Bom Lewat Internet

Namun, kerbau itu luka parah karena tubuhnya terkena serpihan paku tajam. Kepolisian mengungkapkan bom rakitan itu berdaya ledak rendah (low explosive).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu bukan high explosive," kata Kapolda Yogyakarta, Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat.

img_title Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

Dari pemeriksaan awal terungkap bom rakitan itu diduga menggunakan sumber peledak dari belerang. Karena itu daya ledak yang ditimbulkan tidak berdampak luas, ungkap Prasta.

Sejauh ini, kerbau malang itu sudah ditangani secara medis oleh dokter hewan. Seluruh serpihan paku yang menancap di sebagian tubuh kerbau jantan itu telah dibersihkan dan diobati.

img_title Dahsyatnya Ledakan Bom Diduga Sisa Perang Dunia II di Biak Tewaskan 5 Orang: Rumah Hancur, 3 Warga Hilang

Kepolisian juga masih menunggu hasil identifikasi tim Gegana Polda Yogyakarta dan pemeriksaan saksi-saksi, mulai dari pemilik lahan, pemilik kerbau dan warga sekitar.

Belum diketahui juga motif penempatan bom di tepi sungai di kawasan Dusun Sumber tersebut. "Kami akan mencari tahu siapa yang terbiasa merakit seperti ini," kata Prasta. (ren)

Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin rapat paripurna

Puan Maharani Soroti Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Minta Sekolah Bebas dari Perundungan

Menurut Puan, peristiwa tersebut menjadi peringatan bahwa persoalan yang dihadapi remaja saat ini telah berkembang dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

img_title
VIVA.co.id
16 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut