Pengusaha Keturunan India Terlibat Penipuan Dimas Kanjeng

Vijay (tengah), warga negara India yang disebut terkait kasus Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng, setiba di Markas Polda Jatim, Surabaya, pada Rabu, 2 November 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

VIVA.co.id – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur rupanya telah menetapkan Vijay sebagai tersangka dalam kasus penipuan bermodus penggandaan uang di Padepokan Dimas Kanjeng. Dia ditangkap di Jakarta pada Selasa malam, 1 November 2016.

img_title Penipuan Digital Makin Marak, Ini Cara Mudah Melindungi Identitas dan Data Pribadi

"Penyidik menetapkan SPM alias V (Vijay), warga Indonesia keturunan India. Dia ditangkap di Jakarta kemarin malam," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi RP Argo Yuwono, di Markas Polda Jatim, Surabaya, pada Rabu, 2 November 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Vijay, lanjut dia, ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan keterangan lima saksi kasus tersebut beserta alat bukti yang dikantongi penyidik. Pengusaha emas bernama PT Batang Emas Mulia di Jakarta Barat itu diketahui menerima uang dari Dimas Kanjeng melalui tersangka S. "Nilainya total Rp2 miliar," jelas Argo.

img_title Influencer Berinisial AA Dipolisikan Atas Dugaan Penipuan Bermodus Mencari Investor

Penyidik masih mengembangkan terus kasus kini. Saksi dari PT Hana Bank dan saksi lain di Hotel Merlind di Jakarta masih diperiksa. Argo tak menjelaskan dalam kaitan apa saksi dari sebuah bank dan hotel itu diperiksa. "Masih didalami oleh penyidik," katanya.

Sementara itu, Argo menyampaikan bahwa Ketua Yayasan Kraton Kesultanan Sri Raja Praburajasanagara (nama lain Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng), Marwah Daud Ibrahim, tidak memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa kedua kalinya.

img_title Nama Rektor Dicatut Kasus Penipuan Penerimaan Mahasiswa Baru, UI Tempuh Jalur Hukum

Hingga Rabu sore, doktor lulusan American University, Washington DC, Amerika Serikat, itu tidak datang ke Gedung Ditreskrimum Polda Jatim di Surabaya. "Kami akan kirimkan surat panggilan lagi ke Bu Marwah," kata Argo.

Seperti diketahui, Dimas Kanjeng dan padepokannya jadi buah bibir setelah dia ditangkap oleh petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis, 22 September 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia disangka mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Selain itu, Dimas juga ditetapkan sebagai tersangka penipuan bermodus penggandaan uang. Diduga, korbannya puluhan ribu orang dengan total kerugian korban sekira ratusan miliar, bahkan bisa triliunan.

Selain Dimas Kanjeng, polisi menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka kasus penipuan tersebut. Mereka ialah tiga 'sultan' Padepokan Dimas Kanjeng, Karimullah, Suparman, dan Mishal Budianto, serta tersangka baru keturunan India, Vijay.

ilustrasi spam call.

Indonesia Jadi Negara dengan Spam Call Tertinggi di Asia Pasifik, Awas Jangan Asal Angkat Telepon!

Indonesia menghadapi ancaman serius dari maraknya panggilan telepon tak dikenal yang berpotensi mengganggu hingga berujung pada penipuan, alias spam call.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut