Bos PT Semesta Berjaya Didakwa Suap Irman Gusman
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
VIVA.co.id – Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto, bersama-sama istrinya, Memi, didakwa menyuap mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, Irman Gusman senilai Rp100 juta.Â
Uang suap itu diberikan pada Irman, agar legislator daerah itu bisa mengupayakan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik mengalokasikan 3 ribu ton gula impor ke CV Semesta Berjaya untuk didistribusikan di Sumatera Barat.
"Perbuatan Terdakwa ,I Xaveriandy Sutanto, dan Terdakwa II, Memi, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 5 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana  diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP," kata Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi, Ahmad Burhanudin saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa, 8 November 2016.Â
Ahmad menjelaskan, Xaveriandy dan Memi meminta jatah distribusi gula impor sebanyak 3 ribu ton. Permintaan itu disanggupi Irman dengan imbalan komisi Rp300 untuk setiap kilogramnya.Â
Setelah itu Irman menghubungi Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, untuk membuat rekomendasi agar Sumatera Barat mendapatkan kuota distribusi impor 3 ribu ton gula impor untuk Memi.
Menanggapi permintaan Irman, Djarot menyanggupi. Namun, dikirim bertahap ke Provinsi Sumatera Barat melalui Divisi Regional Perum Bulog Sumatera Barat. Alhasil, pada 12 Agustus 2016 sampai 10 September 2016, CV Semesta Berjaya menerima gula impor seribu ton. Â
Ternyata gula impor itu justru dijual Memi dan Xaveriandy tidak cuma di wilayah Sumatera Barat, tapi juga ke Sumatera Utara dan Riau.
"Ke Padang sebanyak 625 ton. Kemudian ke Medan sebanyak 250 ton, dijual menggunakan delivery order di Jakarta ke Toko Jadi yang beralamat di Jalan Kayu Putih Gudang 899 Medan atas nama Yuli, dan ke Pekanbaru sebanyak 125 ton," kata Ahmad.
Pada 21 Agustus 2016, lanjut Ahmad, Memi melaporkan ke Irman melalui pesan WhatsApp, bahwa harga gula di pasaran Provinsi Sumatera Barat turun dari Rp12.100 menjadi Rp11.700, dan gula sulit dijual.Â
Atas penyampaian Memi, Irman mengatakan: "Baik Memi, ditunggu saja waktu menjual yang baik, yang penting komitmen kita harus dijaga sesuai pembicaraan di awal. Your words is your bond."