MUI: Pemerintah Kembali ke Zaman Orde Baru

VIVAnews - Markas Besar Kepolisian RI berencana mengawasi dakwah-dakwah selama bulan Ramadan. Rencana ini ditolak tegas Majelis Ulama Indonesia.

"Tidak perlu ada pengawasan khusus," kata Ketua MUI, Ma'ruf Amin, saat dihubungi VIVAnews, Minggu 23 Agustus 2009. "Kalau itu dilakukan, justru akan kembali ke zaman Orde Baru."

Menurut Ma'ruf Amin, seharusnya pemerintah melakukan pengawasan pada oknum-oknum yang dicurigai saja. Pengawasan, lanjut dia, tidak perlu dilakukan secara detil. "Yang diawasi itu oknum yang dicurigai saja tidak perlu keseluruhan," ujarnya. "Dakwah itu kan mengajak ke jalan yang benar."

Apakah MUI akan melakukan protes keputusan pemerintah tersebut? "Kita belum akan melakukannya, karena kita akan bahas terlebih dahulu," jelasnya. Secara pribadi, menurut Ma'ruf Amin, para ulama bahkan sudah menyatakan keberatan atas keputusan tersebut.

Sebelummnya juru bicara kepolisian Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, menyatakan polisi akan menggelar operasi 'Cipta Kondisi' selama bulan Ramadan ini. Tujuannya adalah untuk meminimalisir dakwah yang bersifat provokatif pada tindakan terorisme.

Menurutnya, pengawasan itu tujuannya bukan untuk membatasi dakwah. Namun polisi akan memastikan dakwah itu tidak mengandung provokasi untuk melakukan pelanggaran hukum. Nanan menilai operasi ini merupakan operasi kemanusiaan sehingga umat Islam dapat melakukan ibadah puasa dengan tenang dan tentram.