Kemacetan Parah di Jalur Bandung-Garut Hari ini Bisa Terurai

Banjir di Rancaekek, Bandung, Rabu, 8 Juni 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Suparman.

VIVA.co.id - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) melaporkan bahwa kemacetan lalu lintas mulai terurai di jalur Rancaekek, Kabupaten Bandung, kawasan pabrik Kahatex. Jalur yang kebanjiran pada Minggu kemarin itu mulai terkendali pada kedua arah.

img_title 1.000 Lebih Penerangan Jalan Telah Terpasang di Priangan Timur, Pemprov Jabar Utamakan Kenyamanan Warga dan Wisatawan

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Sugihardi, genangan air di kawasan itu berangsur surut. Air yang semula setinggi 100 centimeter kini menurun hingga 25 centimeter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, (bisa) dilalui walaupun perlu kehatian-hatian," kata Sugihardi kepada wartawan kantor Gubernur Jabar di Kota Bandung pada Senin, 14 November 2016.

img_title Jabar Masih Cetak Realisasi Investasi Tertinggi Nasional, Tembus Rp91 Triliun di Triwulan III 2026

Menurutnya, terurainya laju kendaraan pada jalur penghubung Garut dengan Bandung itu tidak separah dibandingkan Minggu malam, 13 November 2016. Kendaraan roda kecil sudah bisa melintas.

Kendati demikian, petugas Satuan Lalu Lintas Polres Bandung dan Polres Sumedang tetap bersiaga di lokasi pabrik Kahatex karena hujan terus mengguyur kawasan itu.

img_title Sorot Masalah Transportasi dan Lingkungan di Jabar, KDM Ajak Insinyur Indonesia Cari Solusi Bersama

"Kalau dibutuhkan, kita dorong (personel), baik itu Polda, Polres Sumedang dan Soreang. Masih siaga di sana. Pompa difungsikan dua unit karena hujan masih bisa turun," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepolisian tetap menyediakan jalur alternatif untuk mengurangi potensi kepadatan dari arah Bandung-Garut maupun sebaliknya. Jalur alternatif yang disediakan, yaitu via Parakan Muncang.

(ren)

Ilustrasi gempa bumi

129 Gempa Guncang Jawa Barat Selama Sebulan, BMKG Ungkap Aktivitas Sesar Aktif

BMKG mencatat 129 gempa mengguncang Jawa Barat dan sekitarnya selama Oktober 2026. Sebagian besar merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut