Teror Bom Dinilai Melecehkan Pancasila

Romo Benny Susetyo (kanan) dan Slamet Efendy Yusuf
Sumber :
  • Antara/ Reno Esnir

VIVA.co.id - Koalisi Masyarakat Sipil mengaku prihatin dengan sejumlah insiden teror di beberapa daerah. Ledakan bom di lingkungan Gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur, bahkan menewaskan seorang balita.

img_title Fakta-fakta Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa

Perwakilan Koalisi, Romo Benny Susetyo menyebut, insiden kekerasan itu membuat kedamaian bangsa lndonesia menjadi terusik. Soalnya bangsa lndonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri sejumlah suku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini tragedi kemanusiaan yang sangat disesalkan, tidak hanya menghancurkan akal sehat, melecehkan ideologi kita, Pancasila, menghina Ketuhanan Yang Maha Esa," kata Romo Beny dalam konferensi pers di sekretariat Maarif Institute, Jakarta, pada Selasa, 15 November 2016.

img_title Guru Ungkap Detik-detik Teror Bom Bikin Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Panik: Diminta Tetap di Lapangan

Dia mengimbau semua pihak dapat duduk bersama dan menyelesaikan permasalahan dengan cara berdialog. Kekerasan disebut tidak akan menyelesaikan permasalahan.

Dia pun berharap pemerintah, terutama Presiden dan seluruh perangkat kerjanya, bersikap tegas terhadap para pelaku terorisme. Hal itu diperlukan demi memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat.

img_title Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

"Kami harap Presiden dapat membaca suara hati rakyat yang gelisah, Presiden harus tegas dan berani mengembalikan konstitusi," katanya.

(mus)

Polisi berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Wamendikdasmen Kutuk Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Minta MPLS Dihentikan Sementara

Selain itu, ia meminta meminta SDN Srengseng Sawah 15 Pagi menghentikan sementara pelaksanaan MPLS hingga ada kepastian bahwa kondisi sekolah benar-benar aman.

img_title
VIVA.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut