BNPT: Pelaku Bom Samarinda adalah Jaringan JAD

Tim Gegana Polda Kalimantan Timur melakukan pemeriksaan di Gereja Oikumene Samarinda usai terjadinya ledakan bom yang menewaskan seorang bocah berusia 3,5 tahun, MInggu (13/11/2016). Foto: ANTARA FOTO/Amirulloh
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Amirulloh

VIVA.co.id - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut Juhanda alias Jo, pelaku peledakan bom molotov di Gereja Oikumene, Kota Samarinda, adalah anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok itu dipimpin Aman Abdurrahman, yang kini dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

img_title Fakta-fakta Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa

Menurut Inspektur Jenderal Petrus Golose, Deputi III Bidang Kerja Sama Internasional BNPT, Jo memang pernah satu lapas dengan Aman Abdurrahman. Saat bersama itu dia belajar tentang dasar-dasar merakit bom.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dia belajar dari rekannya. Kelompok Jamaah Ansharut Daulah dengan amirnya (pemimpin) Aman Abdurahman. Mereka belajar bersama di penjara," kata Petrus saat berbicara dalam program Indonesia Lawyers Club tvOne pada Selasa malam, 15 November 2016.

img_title Guru Ungkap Detik-detik Teror Bom Bikin Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Panik: Diminta Tetap di Lapangan

Kemampuan Jo merakit bom, kata Petrus, sebenarnya rendah. Hal itu tampak dari bahan-bahan pembentuknya yang sebetulnya mudah didapati secara bebas di toko bahan bangunan maupun apotek. "Masih (menggunakan) black powder. Campuran gampang didapati di toko-toko."

Sayangnya, menurut Petrus, kelompok yang berbaiat dengan Negara Islam Irak dan Suriah itu menyasar objek atau orang yang mudah, termasuk tempat ibadah seperti Gereja Oikumene.

img_title Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

Kelompok ISIS memang mengklasifikasikan dua target operasi teror, yakni soft target dan hard target. "Soft target; target yang paling gampang, yang bisa memancing amarah dan perhatian dari seluruh masyarakat," kata Petrus.

Jo meledakkan bom molotov di lingkungan Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu pagi. 13 November 2016. Jo bukan orang baru dalam peledakan bom. Dia mantan narapidana kasus teror bom di kantor Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Tangerang pada tahun 2011.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juhanda juga anggota kelompok pelaku teror bom buku yang dipimpin Pepi Fernando. Mereka melancarkan aksi-aksi pada Maret 2011. Pepi Fernando divonis hukuman penjara 18 tahun pada awal Maret 2012.

Jo tak diketahui aktivitasnya setelah bebas dari penjara pada 28 Juli 2014. Dia belakangan diketahui tinggal di sebuah masjid di Kelurahan Sengkotek, di sekitar Gereja Oikumene.

Polisi berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Wamendikdasmen Kutuk Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Minta MPLS Dihentikan Sementara

Selain itu, ia meminta meminta SDN Srengseng Sawah 15 Pagi menghentikan sementara pelaksanaan MPLS hingga ada kepastian bahwa kondisi sekolah benar-benar aman.

img_title
VIVA.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut