Halaqoh Ulama Rakyat Ikut Data Ormas Anti-Pancasila

Anggota DPR dari Fraksi PKB Maman Imanul Haq.
Sumber :
  • Danar Dono

VIVA.co.id – Ulama dan anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat ini sedang membuat sebuah formulasi pendataan ormas ormas yang memiliki indikasi anti-Pancasila. Hal ini berangkat dari adanya rencana pemerintah untuk membubarkan ormas-ormas yang terindikasi tidak sejalan dengan Pancasila.

"Kita sedang buat identifikasi, ulama usul pembubaran dan melihat sampai sejauh mana mereka melakukan kebencian kepada NKRI dan Pancasila," ujar anggota DPR dari Fraksi PKB sekaligus ketua panitia pelaksana Halaqoh Ulama Rakyat, Maman Imanul Haq, Selasa 29 November 2016.

Identifikasi yang dilakukan bersifat permintaan penjelasan dari ormas yang dimaksud serta pemantauan lebih mendalam. Maman menjelaskan, pendekatans secara persuasif dengan meminta penjelasan langsung dari ormas yang dimaksud dirasa perlu agar tidak terjadi gesekan sosial.

"Identifikasi kita lakukan dan pendekatan dengan meminta penjelasan oleh ormas itu lebih penting," katanya.

Terkait jumlah ormas yang diduga memiliki unsur anti-Pancasila, Maman mengatakan jumlahnya tak sampai ratusan. Namun ia menyoroti jumlahnya cukup banyak.

"Tidak sampai ratusan, lumayan sih puluhan ormas yang sedang kami identifikasi, mereka punya agenda yang sistematis, mereka ini agendanya berkaitan dengan jaringan internasional," lanjut Maman.

Hal tersebut dirasa perlu diwaspadai mengingat terorisme biasanya berasal dari radikalisme. Menurut para ulama, ketika bibit radikal dibiarkan, munculah radikalisme, lalu berujung pada aksi terorisme. Karena itu, para ulama dan DPP PKB menjelaskan, nantinya madrasah dan pondok pesantren juga akan terbuka bagi mantan napi terorisme. Hal ini dipandang sejalan dengan semangat deradikalisasi yang dijalankan pemerintah.

"Ponpes dan madrasah dapat menerima mantan napi terorisme untuk rehabilitasi, ini penting agar mereka tak kembali ke jalan teror lagi, apalagi biasanya mereka setelah bebas tak bisa langsung diterima di masyarakat, maka mereka berpotensi kembali ke lubang yang sama, maka itu ponpes dan madrasah membuka tempat untuk mereka" ujar Maman.

img_title Olahraga Satukan Perbedaan, Ribuan Pelari Rayakan Kebhinekaan Indonesia

Anggota DPR Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait Aksi Bela Islam III

img_title Provinsi dengan Ormas Terbanyak

Anggota DPR dari Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding, menanggapi aksi super damai yang digelar umat Islam pada Jumat 2 Desember 2016. Menurutnya, aksi yang dilakukan dengan salat Jumat di lapangan Monas dirasa sudah tidak perlu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut