Mengapa Polisi Pemerkosa Siswi SMP Hamil Tak Dibicarakan

ilustrasi kekerasan seks
ilustrasi kekerasan seks
Sumber :
  • VIVA.co.id/istimewa

VIVA.co.id – Malang nian nasib seorang siswi Sekolah Menengah Pertama di Jakarta Utara ini. Bagaimana tidak, bocah 13 tahun korban perkosaan ini justru kembali mengalami pemerkosaan oleh seorang anggota polisi. Ironisnya, perbuatan biadab itu terjadi saat korban melaporkan kasus nahas yang dialaminya.

Mengutip laporan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) di laman resminya, Senin, 5 Desember 2016, siswi malang itu diketahui bernama D. Maret silam, ia diperkosa oleh delapan pemuda tetangganya. Saat itu, ia benar-benar mengalami traumatik, sehingga apa yang dialaminya hanya dipendam begitu saja.

Namun nahas, empat bulan berjalan apa yang dialami D, membuatnya berbadan dua. Kasus perkosaan yang dialami D terkuak. Ia bersama keluarga akhirnya melaporkan kasus itu ke Polres Jakarta Utara.

Laporan itu resmi tercatat pada 13 Juli 2016, dan tercantum dalam bukti lapor TBL/884/K/VII/2016/PMJ/RESJU. Siswi SMP itu pun langsung diminta untuk visum.

Proses penyelidikan pun berjalan pelan. Hingga kemudian pada Jumat, 4 November 2016, petaka itu terjadi. Dari pengakuan D, seperti yang dilansir KontraS, ada seorang angota polisi bernama Briptu HI yang datang ke kediaman D.

Di hadapan keluarga D, polisi itu menawarkan diri untuk membantu penyelidikan dengan membawa D ke Polres Jakarta Utara dan selanjutnya dibawa ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Namun pelaku justru malah membawa korban ke sebuah tempat kos di daerah Koja, Jakarta Utara dan memperkosanya. Setelah itu, pelaku membawa kembali D pulang ke rumahnya dan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya," tulis Koordinator KontraS Haris Azhar yang dilansir KontraS pada 30 November 2016.