Target Teroris di Indonesia Sudah Mengarah Perorangan

Penggeledahan rumah terduga teroris di Tambun Selatan, Bekasi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Risky Andrianto

VIVA.co.id – Pengamat intelijen Universitas Pertahanan (Unhan), Muhammad Dahrin La Ode, menyatakan aksi teror yang dilakukan oleh para pelaku tindak kejahatan terorisme di Indonesia sudah sangat membahayakan. 

img_title Fakta-fakta Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa

Jika sebelumnya aksi teror dilakukan untuk menghantui masyarakat luas dengan menyasar ruang-ruang publik, kini sasaran para pelaku tindak kejahatan terorisme dinilai sudah sampai tingkat mengarah pada orang per orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Dahrin menyikapi penangkapan tiga orang terduga teroris di Bintara, Bekasi. "Jadi, mereka sasarannya selain membuat ketakutan di dunia khususnya di seluruh Indonesia, sekarang sudah person to person," kata Muhammad Dahrin melalui sambungan seluler, Minggu 11 Desember 2016.

img_title Guru Ungkap Detik-detik Teror Bom Bikin Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Panik: Diminta Tetap di Lapangan

Ia pun meyakini, jaringan kelompok teroris di Indonesia memiliki koneksi dengan ISIS. Sebab, menurut dia, ISIS saat ini sudah memiliki jaringan atau penghubung di seluruh dunia untuk mengganggu stabilitas keamanan bangsa-bangsa. "Kecuali Israel yang tidak ada (jaringan ISIS)," ujarnya.

Dengan demikian, ia menegaskan, bahaya tindak pelaku kejahatan terorisme di Indonesia sudah semakin nyata. Untuk itu, ia berharap kepada seluruh perangkat intelijen negara, baik di lingkungan TNI dan Polri agar meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan nasional.

img_title Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

"Jadi, dalam situasi seperti ini, sekecil apa pun informasi dari masyarakat itu harus dianalisis oleh mereka, tidak boleh kendur. Aparat kamnas tidak boleh lengah, informasi apakah itu canda atau serius, itu harus diperhatikan aparat kamnas," kata Dahrin.

Polisi berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Wamendikdasmen Kutuk Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Minta MPLS Dihentikan Sementara

Selain itu, ia meminta meminta SDN Srengseng Sawah 15 Pagi menghentikan sementara pelaksanaan MPLS hingga ada kepastian bahwa kondisi sekolah benar-benar aman.

img_title
VIVA.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut