Koper Hitam Bertulis 'Bom' Gegerkan Bali

Ilustrasi/Personel gegana bawa robot penjinak bom
Sumber :
  • Antara/ Muhamad Nasrun

VIVA.co.id – Sebuah tas koper berwarna hitam membuat geger warga di Banjar Lungsiakan Desa Kedewatan Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa pagi, 20 Desember 2016.

img_title Fakta-fakta Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa

Bagaimana tidak, tas yang ditemukan di sebuah warung makan milik seorang warga bernama Ketut Suela (47) itu tertera tulisan 'Bom'. Di dekatnya juga ada sebuah korek api warna hijau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari kesaksian Suela di kepolisian, penemuan itu terjadi sekira pukul 06.15 waktu setempat. Saat itu, ketika hendak membuka warungnya, Suela menemukan sebuah tas tergeletak tanpa pemilik di depan warungnya.

img_title Guru Ungkap Detik-detik Teror Bom Bikin Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Panik: Diminta Tetap di Lapangan

Ia pun melihat ada tulisan “bom,” dan resleting tas juga dililit kawat. Tas tersebut terikat di pintu pagar warung.

Tak mau ambil risiko, Suela lantas menghubungi Polsek Ubud tentang temuannya itu. Polsek Ubud lantas meneruskan informasi tersebut kepada Gegana Brimobda Polda Bali. Pukul 07.15, petugas Polsek Ubud tiba di lokasi dan memasang garis polisi.

img_title Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

Tak lama kemudian sekira pukul 07.45, tim Gegana Polda Bali tiba di lokasi dan langsung melakukan sterilisasi dan pengecekan benda diduga bom.

Kapolres Gianyar, Ajun Komisaris Besar Waluyo membenarkan kabar tentang penemuan benda tersebut. Hanya saja, ia menampik jika tas tersebut berisi bom seperti ramai diberitakan media massa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya klarifikasi, itu bukan bom. Di dalam tas itu ada mercon," kata Waluyo.

(ren)

Polisi berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Wamendikdasmen Kutuk Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Minta MPLS Dihentikan Sementara

Selain itu, ia meminta meminta SDN Srengseng Sawah 15 Pagi menghentikan sementara pelaksanaan MPLS hingga ada kepastian bahwa kondisi sekolah benar-benar aman.

img_title
VIVA.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut