Lagi, Habib Rizieq Dilaporkan ke Polisi
- Syaefullah
VIVA.co.id – Imam besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas isi ceramahnya yang dianggap menyinggung agama lain. Kali ini, laporan dilayangkan oleh sekelompok orang yang mengaku dari Student Peace Institute.
Laporan yang dilayangkan oleh Direktur Eksekutif SPI, Doddy Abdallah ini diterima polisi dengan nomor LP/6367/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 27 Desember 2016.
Selain Rizieq, Doddy juga melaporkan pemilik akun Twitter @sayareya yang mengunggah penggalan video ceramah Rizieq. Keduanya dituding menyebarkan hinaan pada suatu golongan agama dan menyebarkan kebencian berdasarkan SARA yang diduga melanggar Pasal 156 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Kami melaporkan saudara Habib Rizieq Shihab atas tuduhan telah menyebarkan di depan publik ujaran-ujaran kebencian yang kemudian berpotensi memecah belah kerukunan beragama di Indonesia," ujar Doddy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa 27 Desember 2016.
Dalam pelaporan itu, SPI membawa barang bukti berupa rekaman penggalan video ceramah Rizieq yang telah tersebar di media sosial. Juga screenshoot postingan @sayareya yang dianggap sebagai akun penyebar penggalan video tersebut.
Materi yang dilaporkan SPI sama seperti yang dilakukan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Senin kemarin, 26 Desember. Hanya saja, SPI tidak fokus melaporkan Rizieq atas dugaan penistaan agama.
"Unsur penistaan jelas, tetapi kami fokus pada ujaran kebencian. Di situ, ia jelas mengolok ajaran agama lain. Di situ, ia mengatakan, 'kalau Tuhan beranak siapa yang jadi bidannya?'" kata Doddy.Â
Doddy mengatakan, pihaknya mengetahui kasus ini dari pelaporan yang dilakukan PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) melalui media. SPI pun mengkaji ucapan Rizieq pada penggalan video tersebut dan menyimpulkan bahwa konten tersebut berpotensi mengganggu kerukunan antarumat beragama.
"Kami datang sebagai mahasiswa Muslim. Kami putuskan untuk ikut melaporkan Rizieq, agar dia tidak dianggap representasi umat Islam. Kami dari pihak Muslim sendiri tersinggung," kata Doddy.
Katanya, ucapan tersebut berpotensi memecah belah persatuan. Apalagi, dalam Alquran Surat Al An'am ayat 108, tegas melarang menghina Tuhan dan keyakinan agama lain.