SOROT 430

Riuh Pekerja 'Tirai Bambu'

Pekerja asing asal China di Indonesia. (Ilustrasi)
Sumber :
  • VIVAnews/ Aceng Mukaram

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (kanan)

img_title Kinerja Dunia Usaha Kuartal I-2026 Tetap Terjaga, BI Beberkan Indikatornya

Menurut Hanif, investasi itu terdiri atas 519 proyek. Pada 2015, investasi mereka hanya senilai US$628,3 juta. Kalau disetarakan dengan lapangan pekerjaan, investasi yang dibuka China itu setara dengan 1 juta lapangan kerja. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kerja sama niaga antarsektor swasta, kerapkali juga perusahaan akan membawa serta tenaga kerja yang mereka miliki untuk mengerjakan proyek yang disepakati. Untuk itu, Hanif menegaskan, selama ini semua pendatang yang masuk ke Indonesia masih terdata secara resmi, karena wajib mengurus administrasi pada kementeriannya.

img_title Lapangan Padel di Gunung Putri Meledak Diduga Akibat Kebocoran Gas, Polisi Pastikan Tak Ada Korban

Pada data 2016, jumlah keseluruhan pekerja asing di Indonesia mencapai 74.183 orang. Artinya, pekerja asal China sekitar sepertiga jumlah itu. 

Hanif menilai, jumlahnya masih belum seberapa jika dibandingkan keseluruhan pekerja Indonesia di luar negeri yang mencapai 6,5 juta orang. Apalagi, yang ada di China. 

img_title Purbaya Pede Kontribusi Program MBG ke Perekonomian Nasional Lebih dari 1 Persen

“Di Hong Kong saja ada 153 ribuan, di Macau ada 16 ribuan, jadi sebenarnya orang kita lebih banyak di China dibandingkan TKA China yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Terkait asumsi sejumlah pihak yang menuding kebijakan bebas visa sebagai pintu masuk pekerja ilegal, kembali Hanif membantah. Menurut dia, pekerja ilegal datang bukan karena ada kebijakan bebas visa, tak ada data empirik yang menunjukkan demikian. 

Hanif melanjutkan, kebijakan bebas visa diterapkan banyak negara yang ingin menggenjot devisa dari sektor pariwisata. Dari data Kementerian Pariwisata, kebijakan ini lebih banyak dinikmati warga negara-negara Timur Tengah. 

Dari sekitar satu juta wisatawan pada 2016, setengahnya berasal dari Timur Tengah. “Penikmat bebas visa itu sekarang negara Timur Tengah, bukan China,” tuturnya.

Namun, dia mengakui, kebijakan itu memang bisa dimanfaatkan orang asing untuk bekerja di Indonesia secara ilegal. “Itu pasti ada saja yang seperti itu. Di mana-mana, bukan hanya di Indonesia, di negara lain pasti ada yang seperti itu," kata dia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tetapi, yang perlu dipahami, Hanif menambahkan, sistem kendali di dalam negeri masih sangat baik. Kantor Imigrasi, hampir tiap hari mendeportasi orang.

Sementara itu, untuk pekerja China yang ilegal, Hanif memastikan pemerintah akan terus menggelar operasi untuk menindak mereka. Upaya ini berlaku bagi semua warga negara asing yang menyalahgunakan dokumen imigrasi mereka. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut