Pemindahan Bukan Jaminan Napi Tak Akan Pelesiran

Lapas Kelas 1 Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat
Sumber :
  • VIVA.co.id / Suparman

VIVA.co.id – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia masih meragukan pemindahan narapidana yang tersangkut kasus pelesiran ke luar lapas tidak akan mengulangi perbuatannya.

img_title Ekonomi Jabar Tumbuh 5,89 persen di Triwulan III 2026, Lebih Tinggi Dibandingkan Pertumbuhan Nasional

"Itu bukan solusi (pemindahan napi)," kata Dirjen Pemasyarakatan KemenkumHAM I Wayan Dusak, Kamis, 9 Februari 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas itu, kini Kemenkum HAM sedang mencari solusi terbaik guna mencegah agar tidak kembali terulang kabar bahwa napi di dalam penjara justru masih bisa berjalan ke luar penjara.

img_title BPS Catat Pengangguran di Jawa Barat Menurun, TPT Agustus 2026 Tersisa 6,67 Persen

"Sekarang kita cari solusi bukan sekadar dipindahkan saja," katanya.

Di bagian lain, terkait rencana pemindahan sejumlah napi yang diduga pelesir ke luar lapas, Dusak masih enggan merinci siapa saja yang akan terkena. "Saya belum bisa bilang siapa. Tunggu tanggal mainnya saja," kata Dusak.

img_title Daftar 86 Rumah Sakit yang Kerja Sama dengan Pemprov Jabar, KDM Buka Layanan Pengaduan di Aplikasi Sapawarga

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah laporan investigatif  majalah Tempo disebutkan bahwa ada sejumlah napi, khususnya yang tersangkut kasus korupsi di Lapas Sukamiskin Jawa Barat bisa berpelesiran ke luar ruangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka memanfaatkan izin berobat yang diberikan petugas. Namun kemudian menyalahgunakannya dengan mendatangi apartemen pribadi dan kediaman mereka.

Sejumlah tahanan itu seperti, mantan Wali Kota Palembang Romi Herton lalu narapidana kasus korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Kementerian Kehutanan Anggoro Widjojo. Termasuk mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin, yang tersangkut kasus suap tukar-menukar lahan, terpergok ke rumah kontrakan di Kompleks Panorama Alam Parahyangan. Ulah mereka diduga tidak cuma sekali dan berulang.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati.

IPM Jawa Barat Naik Jadi 76,62 pada 2026, Lima Kota Berhasil Tembus Kategori Sangat Tinggi

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jabar naik jadi 76,62 pada 2026. BPS mencatat seluruh indikator meningkat, sementara Cianjur dan Bogor naik status pembangunan manusia.

img_title
VIVA.co.id
5 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut