Pemilu Pakai E-Voting, BPPT Jamin Tak Ada Error
- VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
VIVA.co.id – Pemilihan Kepala Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, yang berlangsung pada hari ini, diselenggarakan dengan menggunakan metode e-voting dan e-verifikasi bagi para pemilihnya.
Direktur Pusat Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Michael Andreas Purwoadi menjelaskan, pelaksanaan e-Pilkades ini dibuat sebagai miniatur Pilkada, yang mana hasil dari setiap bilik akan dikirim langsung ke data center untuk direkapitulasi, dan hasilnya ditayangkan secara langsung.
"Sebenarnya, ini bukan hanya e-voting saja, tetapi e-Pemilu. Jadi, pemilih datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara), lakukan e-verifikasi, kemudian ke bilik suara untuk memberikan suaranya melalui sistem e-voting. Setelah TPS-nya ditutup, penghitungan akan dilakukan melalui e-counting, dan hasilnya dikirim ke pusat untuk dilakukan e-rekapitulasi," kata Andreas di kawasan Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, Minggu 12 Maret 2017.
Dia menilai, penerapan sistem e-voting ini jauh lebih unggul daripada pelaksanaan pemilihan secara manual. Dengan sistem pencoblosan seperti yang selama ini diterapkan oleh pemerintah dalam setiap pemilu.
"Bahkan, di sini jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap)-nya mencapai 10 ribu. Padahal, kalau di TPS-TPS biasa itu cuma 500-an, beda 20 kali lipat kan. Pilkades di Bogor ada beberapa, tetapi yang pakai sistem e-voting ini hanya Pilkades di sini saja," ujarnya.
Proses e-voting
Andreas menjelaskan, secara teknis para pemilih harus memasuki bilik pemungutan suara, yang di dalamnya sudah terdapat layar komputer. Di layar tersebut, mereka hanya diharuskan menekan gambar calon yang menjadi pilihannya dan mengonfirmasi ulang, guna memastikan pilihan tersebut dengan menekan tombol ‘OK’, atau ‘ULANG’.
"Cukup dengan dua kali sentuh. Jadi, ini kan ada tiga calon, sentuhan pertama dia pilih calon yang mana, kemudian sentuhan yang kedua pilih 'OK', atau 'Ulang' untuk memastikan kembali pilihannya," kata Andreas.
Soal kendala dalam penerapan sistem e-voting ini, Andreas mengatakan, tidak ada kendala yang berarti sampai saat ini. "Yang susah, tuh bagian sidik jari (ketika si pemilih berada di bilik suara). Karena kan, biasanya tangan pemilih itu berkeringat, sehingga layarnya terkadang itu basah," ujar Andreas.