Senjata Api Rakitan Ilegal Marak Beredar di Sumsel

Barang bukti senjata ilegal yang hendak diselundupkan ke LP Kota Langsa Aceh, Senin (14/3/2016)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zulfikar Husein

VIVA.co.id – Tertangkapnya dua jaringan teroris Abu Faisal, yakni C (39) dan T (41), di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, memperkuat pandangan bahwa provinsi Sumatera Selatan sebagai daerah pemasok senjata api. Masyarakat Sumsel diimbau untuk tak memproduksi senjata api rakitan secara ilegal.

img_title Aksi Koboi Pencuri Pakai Senjata Api Lawan Polisi, Berakhir Pincang Kena Tembak di Kaki

Menurut Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, imbauan ini sebagai antisipasi makin  beredarnya senjata rakitan. Ia menegaskan agar masyarakat menyerahkan senjata api yang dimiliki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di sini memang banyak pembuatan senpi rakitan. Ada beberapa wilayah, tetapi kita terus memberikan imbauan agar tidak membuat senpi rakitan. Sehingga ada juga yang menyerahkan senpi rakitan. Kalau tidak kita akan lakukan tindakan tegas," kata Agung, Jumat 17 Maret 2017.

img_title 5 Sindikat Sabu Diciduk di Bekasi, Polisi Temukan 2 Senjata Api dan 16 Peluru Tajam

Dijelaskan dia, Polda Sumatera Selatan saat ini memperkuat pengawasan di sejumlah daerah yang rawan pembuatan senjata api rakitan.

Namun, tak hanya Sumsel, menurut Agung jaringan teroris terkait pasokan senjata api juga mengincar daerah lain. Kata dia, berdasarkan informasi intelijen bahwa aksi terorisme akan bergerak secara global.

img_title Temuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Jaksel, Adde Rosi: Jangan Rusak Dunia Pendidikan!

"Karena terorisme diprediksi masih terus ada, kepolisian melakukan langkah antisipasi sejak dini. Kita melibatkan kepolisian di masing-masing daerah dan tentunya berkoordinasi dengan lintas intansi dan lembaga," ujarnya.

Adapun, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengakui, jika di wilayah Kabupaten OKU Selatan masih banyak warga yang memproduksi senjata api secara ilegal. Ia juga menyebut beberapa daerah lain di Sumsel seperti OKU Timur dan Banyuasin.

"Masih ditemukan pengrajin-pengrajin senpi yang secara sembunyi-sembunyi baik di rumah, di wilayah perkebunan dan sebagainya" kata Alex.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alex menambahkan, aparat pemerintah saat ini bersinergi dengan pihak kepolisian untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

"Upaya yang dilakukan pemda bisa melalui imbauan dan menerapkan program memberdayakan pengrajin senpira menjadi pengrajin yang lebih bernilai positif. Tidak lagi memproduksi senpi" ujarnya. (ren)

Lapak narkoba di Kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat

Sehari Usai Lapak Narkoba Digempur Polisi, 3 Orang Ditembak dan Ditikam di Kampung Ambon

Aksi penyerangan menggunakan senjata tajam dan senjata api terjadi di kawasan Jalan Tanggul Timur, seberang Kompleks Permata atau Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut