Saat Aksi Semen Kaki Diragukan dari Hati
- REUTERS / Beawiharta
Sementara itu, salah satu warga Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, Gunarti, mengakui sudah bertemu dengan Jokowi pada Rabu, 22 Maret 2017. Saat itu, dia menceritakan situasi di Kendeng.
"Saya minta kalau bisa Pak Jokowi bisa menuntaskan masalah di Kendeng, yang izinnya dikeluarkan lagi sama Gubernur," kata Gunarti kepada VIVA.co.id, Kamis, 23 Maret 2017.
Gunarti menuturkan Jokowi kemudian mengatakan masalah izin rembugannya dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bukan ke dirinya. Karena, persoalan izin yang mengelurkan adalah Gubernur.
"Jadi rembugan saja ke Pak Gubernur. Sudah atau belum? Presiden hanya soal KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis)," ujarnya menirukan Jokowi.
Dia pun mengungkapkan alasan ingin bertemu Jokowi yaitu karena menilai Gubernur tidak patuh dengan apa yang dikatakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Misalnya soal KLHS selama 1 tahun. Dia menyebut Jokowi meminta selama waktu itu tidak boleh ada kegiatan apapun di Kendeng termasuk izin juga tidak boleh keluar.
"Itu gak dihiraukan sama gubernurnya, di lapangan masih berjalan terus, aktivitas pabrik, mengeluarkan izin segampang itu," katanya.
Terkait aksi semen kaki di kantor Gubernur Jateng itu, Gunarti mengaku belum terpikirkan. Namun yang pasti dia akan terus memperjuangkan kelestarian lingkungan.
Lantas, bagaimana tanggapannya terhadap pihak yang meragukan aksi tersebut datang dari hati?
"Terserah mereka mau bilang apa, tapi kalau mereka dari ada tanya kesana-kemari menyuarakan yang belum jelas, lebih baik tanya sendiri langsung. Enggak mungkin mereka mau dicor, kalau tidak ikhlas," tuturnya. (one)