BNPB Petakan Longsor Ponorogo dari Udara

Warga melihat proses pencarian korban hilang tertimbun longsor di Desa Banaran, Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (2/4/2017).
Sumber :
  • VIVA.co.id/ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

VIVA.co.id –  Operasi SAR, guna menemukan 26 korban yang masih tertimbun longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo terus dilakukan. Setidaknya, ada 1.500 personel tim gabungan yang dikerahkan, untuk mencari korban.

img_title Banjir Banda Nepal, 900 Wisatawan Asing Masih Hilang

Selain itu, pada pencarian hari ke-3 ini, sebanyak tujuh alat berat dikerahkan. Operasi pencarian dilakukan dengan membagi tiga sektor, yaitu sektor A, untuk kedalaman timbunan longsor 17-20 meter dan dikoordinir Basarnas, kemudian sektor B oleh TNI, dan sektor C oleh Polri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait dengan luasnya landaan longsor, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Badan Geologi, menerbangkan drone, atau pesawat tanpa awak untuk memetakan daerah longsoran. Ini dilakukan untuk membantu kaji cepat operasi tanggap darurat.

img_title Pria Asal Madiun Colong 26 Kotak Amal Masjid dan Musala di Ponorogo dalam 2 Bulan

Lihat video: Pemandangan Mengerikan Longsor Ponorogo dari Udara

Peta ini, nantinya digunakan untuk menjelaskan lebih detail mengenai luas dan dampak longsoran. Selain itu, dengan pemetaan detail melalui drone, dapat dilihat secara langsung kemungkinan adanya daerah-daerah lain berpotensi longsor susulan.

img_title Banjir-Tanah Longsor Terjang Manduriang, 7 Rumah Rusak Berat

Hasil pemetaan dan survai di lapangan menunjukkan bahwa jenis longsor di Ponorogo adalah longsor translasi, yaitu longsor yang disebabkan adanya pergerakan massa tanah dan bebatuan yang terdapat di bidang gelincir berbentuk rata.

Retakan di perbukitan yang terbentuk pada 11 Maret 2017, kemudian terus melebar, sehingga terjadi longsor pada 1 April 2017, dari mahkota longsor meluncur menghantam dinding bukit di depannya.

Adanya perbedaan morfologi menyebabkan material longsor berbelok ke arah kiri meluncur dan menerjang permukiman mengikuti lereng. Jarak antara mahkota longsor dengan titik terakhir landaan longsor sekitar dua kilometer. Sementara itu, lebar landaan sekitar 200 meter dan tebal longsoran 20 meter. Inilah salah satu yang menyebabkan sulitnya pencarian korban tertimbun longsor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penggunaan drone untuk penanggulangan bencana bukanlah hal yang baru. Untuk kebutuhan kaji cepat yang efektif, drone sangat bermanfaat. Keluwesan terbang drone, baik vertikal maupun horizontal dalam jangkauan tertentu, serta kemampuan mengambil gambar dari ketinggian tertentu, drone telah menawarkan gambar, atau landscape berbeda dalam melihat peristiwa bencana.

Gambar dan video yang dihasilkan dari drone, menjadi sumber informasi yang penting bagi pemerintah selaku pemegang keputusan, dan bagi masyarakat dalam rangka memberikan informasi, edukasi, dan menumbuhkan kesiapsiagaan. (asp)

Tanah longsor di Aceh Tengah.

Tanah Longsor Terjang Aceh Tengah: Bocah 9 Tahun Meninggal Dunia, 13 Warga Luka-luka

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, memicu tanah longsor di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Minggu, 13 September 2026.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut