Ciri-ciri Daerah Rawan Longsor

Evakuasi korban longsor Ponorogo
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Zabur Karuru

VIVA.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana alam terutama tanah longsor. Ciri-ciri daerah rawan longsor pun masyarakat harus paham.

img_title Banjir-Tanah Longsor Terjang Manduriang, 7 Rumah Rusak Berat

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, musibah tanah longsor tak dapat dipastikan waktunya akan terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hampir setiap kejadian alam, pasti ada tanda-tandanya sebelum kejadian. Longsoran dapat terjadi secara mendadak," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa 4 April 2017.

img_title PT Timah Sebut Aktivitas Tambang yang Picu Longsor dan Timbun Pekerja di Bangka Tak Berizin

Sutopo mengatakan, ada beberapa ciri suatu daerah yang dianggap rawan longsor. Salah satunya yaitu daerah yang dikelilingi bukit.

"Seperti daerah berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat. Selain itu, memiliki lapisan tanah yang tebal di atas lereng," lanjut Sutopo.

img_title Tambang Timah di Bangka Longsor: 6 Pekerja Tewas, Satu Hilang dalam Pencarian

Selain itu, ciri selanjutnya suatu daerah rawan longsor yaitu sistem tata guna lahan yang kurang baik. Lalu, lereng sekitar perbukitan terbuka atau gundul. Kemudian, terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing.

Banyaknya mata air atau rembesan air di sekitar tebing disertai dengan longsoran kecil juga dapat menjadi ciri daerah tersebut rawan longsor.

"Ciri selanjutnya juga adanya aliran sungai di dasar lereng. Kemudian banyaknya pemotongan tebing untuk dibangun rumah atau jalan, juga jadi ciri daerah tersebut rawan longsor," ujarnya.

Selain menjelaskan mengenai ciri, Sutopo juga memberikan beberapa cara agar musibah tanah longsor dapat dicegah. Pertama, dengan menutup retakan pada atas tebing dengan material lempung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedua, menanami lereng dengan tanaman dan memperbaiki tata guna lahan dan air. Ketiga, waspada terhadap mata air atau rembesan pada lereng.

"Keempat, waspada saat curah hujan yang tinggi pada waktu yang sama," katanya.

Banjir Nepal

Banjir Banda Nepal, 900 Wisatawan Asing Masih Hilang

Data Dewan Pariwisata Nepal menunjukkan 644 wisatawan asing dan lokal masih hilang di wilayah perbatasan Nepal. Dari jumlah tersebut, 178 orang merupakan warga India

img_title
VIVA.co.id
28 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut